Minggu, 09/05/2021, 21:29:46
BUM Desa Maju Bersama Desa Pebatan Santuni Anak Yatim Piatu
LAPORAN TAKWO HERIYANTO

BUM Desa Pebatan Maju Bersama memberikan santunan kepada anak yatim piatu. (Foto: Dok/Takwo Heryanto)

PanturaNews (Brebes) - Dipenghujung bulan Ramadhan yang penuh berkah ini, Badan Usaha Milik (BUM) Desa Pebatan “Maju Bersama” melakukan program Tangung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) atau yang dikenal Corporate Social Responsibility (CSR), yaitu santunan anak yatim piatu.

Dalam mendukung pemerintah untuk menerapkan protokol penanggulangan Covid-19, acara santunan tersebut dilakukan secara sederhana dan hanya mengundang 15 anak yatim piatu.

Santunan kepada belasan anak yatim piatu itu, diberikan langsung oleh BUM Desa Pebatan Maju Bersama yang dipimpin oleh Soeleman selaku Direktur, dan didampingi Moh. Abdul Ghofur selaku Kepala Desa Pebatan beserta jajarannya.

Dalam sambutannya, Soeleman mengatakan, bantuan itu diberikan sebagai salah satu bentuk tanggung jawab sosial dan Lingkungan dari BUMDes Pebatan Maju Bersama kepada masyarakat. Selain itu, aksi ini dilakukan dalam rangka mendekatkan dan memperkenalkan peran Bumdes kepada masyarakat.

“Acara ini dilakukan, sebagai bentuk kepedulian BUMDes Pebatan Maju Bersama kepada masyarakat yang membutuhkan,” ujar Soeleman di sela-sela acara, Minggu 9 Mei 2021, di Balai Desa Pebatan, Kecamatan, Wanasari Kabupaten Brebes.

Semementara itu, Kepala Desa Pebatan, Moh. Abdul Ghofur menyampaikan, santunan anak yatim tersebut menggunakan sumber dana dari pendapatan BUMDes Pebatan yang disisihkan dari pengelolaan sampah dan pompanisasi di desa setempat.

“Melalui anak-anak yatim dan piatu ini, kami minta didoakan agar usaha yang dijalankan oleh BUMDes Pebatan berjalan lancar dan terus memberikan manfaat bagi warga kami”, ucap Kades Pebatan.

Ghofur juga menjelaskan, Pemerintah Desa (Pemdes) Pebatan juga telah memberikan bantuan insentif sebesar 300 ribu per orang kepada para guru madrasah, dan 200 ribu rupiah per orang kepada para guru ngaji dan marbot mushola dilingkungan desanya.

“Sebelumnya, kami juga memberikan bantuan insentif kepada 21 guru madrasah, 16 guru ngaji dan 19 marbot mushola. Dimana, bantuan insentif tersebut diambil dari Pendapatan Asli Desa yang merupakan dana bagi hasil BUMDes Pebatan Maju Bersama,” ungkap Ghofur.

Pihaknya berharap bantuan tersebut dapat meringankan beban warga di tengah-tengah pandemi Covid-19 yang hingga kini masih belum berakhir.


 
komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita