Sabtu, 08/05/2021, 22:55:33
Pertamina Sepakat Penuhi Tuntutan Warga Terdampak Ceceran Minyak
LAPORAN RESMAN S

Proses negosiasi dan kesepakatan dalam rapat yang berlangsung di Aula Ki Tinggil Setda Indramayu, menghasilkan keputusan bahwa PT Pertamina Group sepakat membayar ganti rugi. (Foto: Media Centre Bupati)

PanturaNews (Indramayu) - Akhirnya PT. Pertamina Group sepakat memberikan ganti rugi kepada Desa Lamaran Tarung, Kecamatan Cantigi, Kabupaten Indramayu yang terdampak ceceran minyak.

"Kesepakatannya, jika hasil uji lab terbukti ceceran minyak itu milik PT Pertamina Group, maka akan dihitung bentuk ganti ruginya oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan," kata Asda II Setda Indramayu, Maman Kostaman yang dihubungi via telepon, Sabtu 8 Mei 2021.

Menurut Maman, begitupun jika tidak terbukti, maka bantuan CSR yang sudah dikeluarkan PT Pertamina Group tidak akan dikembalikan oleh warga yang nanti menerima bantuan. Pertamina sepakat memberikan bantuan dana CSR guna pemberdayaan ekonomi bagi masyarakat petani tambak Desa Lamaran Tarung sebesar Rp 1,5 miliar.

Proses negosiasi dan kesepakatan yang berlangsung di Aula Ki Tinggil Setda Indramayu, Kamis 6 Mei 2021, cukup alot. Selama enam jam lebih, baru menghasilkan keputusan bahwa PT Pertamina Group meliputi Pertamina RU VI Balongan, PHE ONWJ dan Pertamina EP Zona 7 sepakat membayar ganti rugi.

Sesuai keinginan Bupati Indramayu, Nina Agustina, untuk menghadirkan tiga General Manager (GM) PT Pertamina Group sebagai eksekutor, untuk memutuskan kesepakatan menyikapi persoalan tuntutan warga terdampak terbukti. Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Indramayu, belum mengeluarkan hasil uji Laboratorium Lemigas.

“Sedang dalam proses pemeriksaan. Namun dalam komitmen kesepakatan tersebut, telah dicantumkan akan ditentukan kemudian sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku,” ujar Maman.

Asda Pembangunan Setda Indramayu mengaku, jika proses pembahasan masalah tersebut memakan waktu yang cukup lama. Ada hal prinsip regulasi yang akan digunakan oleh PT Pertamina Group, terkait bantuan dana CSR dan ganti rugi. Namun dengan kepala dingin dan argumentasi yang cukup rasional, akhirnya kedua belah pihak telah menyepakati dan bisa ditandatangani bersama.

"Semoga dengan tenggang waktu selambat-lambatnya 75 hari kalender, PT Pertamina Group dapat segera menyelesaikan kewajiban hasil kesepakatan tersebut," harap Maman Kostaman.

Sementara General Manager PT Pertamina EP Zona 7, Astri Pujianto menyetujui kesepakatan yang telah dibangun selama ini atas dasar kesepakatan yang telah dilakukan bersama antara GM Pertamina EP Zona 7, PHE ONWJ dan Pertamina RU VI Balongan.

Sosok yang memimpin eks PEP Tambun, Subang, dan Jatibang Field serta Blok A Natuna Sea itu, berjanji akan menyelesaikan masalah bantuan CSR untuk warga melalui pembahasan yang difasilitasi oleh Pemkab Indramayu.

Secara terpisah, perwakilan warga Lamaran Tarung, Warjaya menyambut baik hasil dari kesepakatan yang telah di fasilitasi oleh Pemkab Indramayu, terkait pemberian dana CSR bagi warga yang sudah berjuang selama ini.

Warjaya bersama warga lainnya, berjanji akan mendukung hasil kesepakatan yang sudah tertuang, dan menjaga kondusifitas wilayah eksplorasi yang saat ini sedang dilakukan PT Pertamina.

"Ini semua berkat perjuangan Bupati Indramayu Nina Agustina, dan semua pihak yang telah mendukung langkah perjuangan ini. Semoga hasil kesepakatan ini dapat dilaksanakan dengan sebaik-baiknya," tutur Warjaya.


 
komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita