Sabtu, 08/05/2021, 09:56:20
Kunker Ramadhan, Dewi Aryani Ingatkan Pentingnya Disiplin Prokes
LAPORAN SL. GAHARU

Buka puasa bersama anak-anak yatim sekaligus membagikan bingkisan dan santunan dalam rangkaian kunker ramadhan Anggota Komisi IX  DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Dr. Hj. Dewi Aryani. (Foto: Dok/Tim DeAr)

PanturaNews (Tegal) - Pada bulan Ramadhan dan menjelang Idul Fitri 1442 Hijriyah, disiplin dan penegakan protokol kesehatan (Prokes) tetap menjadi perhatian penting seluruh kalangan. Semua harus saling mengingatkan, bahwa pandemi Covid-19 belum berlalu.

Hal itu dikatakan Anggota Komisi IX  DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Dr. Hj. Dewi Aryani, MSi dalam masa kunjungan sekali setahun di bulan Ramadhan atau menjelang Idul Fitri 1 Syawal 1442 Hijriah tahun 2021.

Dewi Aryani yang akrab disapa DeAr ini, turun ke Daerah Pemilihan (Dapil) Jawa Tengah IX yang meliputi Kota dan Kabupaten Tegal, Kabupaten Brebes. Selain melakukan sidak ke beberapa pasar, juga menyempatkan buka puasa bersama dengan beberapa kalangan lintas sektor.

Pada Jumat 07 Mei 2021, Dewi Aryani menggelar buka puasa bersama anak-anak yatim, sekaligus membagikan bingkisan dan santunan. Kegiatan buka puasa yang di laksanakan di Resto D’Kambingku Kota Tegal itu, di rangkai juga dengan ceramah rohani.

“Saya harap disiplin dan penegakan prokes, tetap menjadi perhatian penting seluruh kalangan, bahwa mengingat pandemi covid belum berlalu,” tutur Politisi PDI Perjuangan ini.

Menurut Dewi Aryani, arus mudik Lebaran yang masih cukup tinggi, akan menjadi masalah serius jika pengetatan tidak di lakukan. Apalagi jika kesadaran masyarakat tidak cukup baik menelakukan prokes.

“Semua pihak harus dapat menahan diri, dan para tokoh masyarakat di harapkan mendukung seruan pemerintah untuk sementara melarang mudik dulu tahun ini. Itu demi keamaman bersama dari ancaman penularan dan penyebaran Covid-19, agar tidak semakin meluas,” tandas Dewi Aryani.

Sebelumnya, saat inspeksi mendadak (Sidak) di pasar-pasar tradisionil, Dewi Aryani mengungkap bahwa penerapan prokes di pasar tradisionil melemah. Mayoritas pedagang tidak memakai masker, bahkan sarana cuci tangan juga tidak nampak di berbagai sudut pasar.

“Prokes di pasar-pasar tradisional mengendor. Mayoritas pedagang dan pengunjung tidak mengenakan masker. Fasilitas cuci tangan juga tidak nampak,” tegas Dewi Aryani.


 
komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita