Rabu, 05/05/2021, 00:12:22
Ganjar: Pengetatan Larangan Mudik Harus Benar-Benar Dilakukan
LAPORAN TAKWO HERIYANTO

Ganjar saat melakukan pengecekan di pintu masuk utama Jawa Tengah via darat, yakni exit tol Pejagan. (Foto: Takwo Heriyanto)

PanturaNews (Brebes) - Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo meminta petugas memastikan pengetatan larangan mudik Idul Fitri 1442 H benar-benar dilakukan.

Hal itu disampaikan Ganjar saat melakukan pengecekan di pintu masuk utama Jawa Tengah via darat, yakni exit tol Pejagan dan perbatasan Kecipir Losari Brebes, Selasa 4 Mei 2021.

Selain itu, Ganjar juga meminta petugas kepolisian mengantisipasi modus-modus masyarakat dengan adanya larangan mudik ini. Mudik menggunakan kendaraan plat hitam, mobil boks bermuatan barang dan modus lainnya.

"Ini harus diantisipasi, kita mesti menjaga betul. Tahun lalu saja, mudik dilarang tetap ada kebocoran, jumlahnya sekitar 1 juta orang. Tahun ini mudah-mudahan aman, sampai kemarin baru 3800 orang yang datang. Maka saya mengharapkan dukungan masyarakat untuk menjaga kesehatan semuanya dengan tidak mudik dulu," ujarnya.

Dalam pengecekan tersebut, Ganjar didampingi Wakil Bupati Brebes, Kapolres, Dandim dan jajaran pemangku kepentingan lainnya. Ganjar mengecek satu persatu persiapan penyekatan pemudik, baik di exit tol Pejagan maupun di jalur pantura perbatasan Brebes-Cirebon di Losari.

Ia meminta semua petugas siap, karena diprediksikan puncak arus mudik akan terjadi pada malam ini atau besok hari.

"Perkiraan saya malam nanti atau besok adalah puncaknya. Maka saya ngecek untuk memastikan kesiapannya. Mudah-mudahan masyarakat tidak mudik dan semua mengikuti ketentuan pemerintah agar lebih aman," katanya.

Saat ini, lanjut dia, semua petugas baik TNI/Polri dan Pemda diminta siap-siap. Seluruh pintu masuk ke Jawa Tengah harus dijaga secara berlapis-lapis untuk mengantisipasi lonjakan pemudik dari luar daerah.

"Saya minta Pemkab mewaspadai dan menjaga jalur tikus, jalur jangkrik bahkan jalur cacing. Nanti kami siapkan dukungan tes antigen agar yang melintas bisa dites," tegasnya.

Disinggung dari hasil pantauan penyekatan di Brebes, Ganjar mengatakan bahwa model yang digunakan sudah baik. Semua kendaraan dari Jakarta diisolir dan diperiksa kelengkapannya oleh petugas.

"Alurnya sudah bagus, jadi kalau ketahuan ada yang melanggar langsung diminta putar balik. Saya juga meminta Bupati/Wali Kota mengajak seluruh Kades menggerakkan kembali Jogo Tonggo, kalau ada pemudik yang nekat," pungkasnya.

Sementara, Kapolres Brebes, AKBP Gatot Yulianto menerangkan, penyekatan di exit tol Pejagan dan di Kecipir-Losari akan dilakukan dengan ketat. Semua kendaraan dari Jakarta yang hendak masuk ke Jateng akan diisolir di tempat yang disediakan untuk dilakukan pemeriksaan.

"Kendaraan dari Jakarta, 500 meter sebelum masuk exit tol Pejagan atau Kecipir akan dikanalisasi. Truk logistik, alat kesehatan langsung ke arah Semarang, sementara mobil penumpang dan pribadi akan diperiksa. Kalau melanggar atau ada pemudik yang tidak membawa kelengkapan, maka akan langsung diminta putar balik," jelasnya.

Lebih lanjut Gatot menerangkan, pihaknya juga telah menginventarisasi jalan-jalan tikus yang kemungkinan akan dilewati pemudik. Jalan-jalan itu juga akan dilakukan penjagaan.

"Kami lakukan pengetatan, untuk masyarakat lokal kami persilahkan, tapi pemudik apalagi yang tidak memiliki syarat kelengkapan, akan kami minta putar balik," pungkasnya.


 
komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita