Senin, 03/05/2021, 15:09:04
Investasi Aset Digital Crypto Menguntungkan Atau Merugikan
Oleh: Mohamad Fikri Vebri Ashar

Investasi aset crypto merupakan investasi yang menguntungkan, jika dilakukan dengan baik dan benar, dimana orang-orang membeli di harga yang murah dan menjualnya di harga yang mahal.

Tetapi perlu di ketahui bahwa aset crypto merupakan investasi yang tidak menjanjikan keuntungan kepada para pembeli. Karena pada dasarnya aset crypto sangat mirip dengan tranding saham, dimana ketika kita membeli di saat yang tepat, dan menjual di saat yang tepat, maka akan terjadinya sebuah keuntungan.

Haga setiap crypto akan terus bergerak setiap menitnya, baik itu turun maupun naik. Aset crypto bisa untuk investasi karena harganya yang terus naik, contohnya bitcoin. Harga bitcoin pada tahun 2008, tidak lebih dari 1 dolar atau 14.000 per koin, dan sekarang pada saat saya menulis opini ini, harga bitcoin berada di kisaran 850 juta untuk 1 keping bitcoin, dan menyentuh angka tertinggi pada bulan april 2021, yaitu sekita 950 juta per keping.

Investasi sangat penting dilakukan untuk menjaga nilai uang agar tidak terkena inflasi. Sebagai contoh, pada tahun 2000 harga mie instan hanya sekitar Rp 1000 dan sekarang harga mie instan Rp. 2.500. Ini yang dinamakan inflasi dimana harga barang akan terus naik, sedangkan nilai uang semakin menurun.

Salah satu cara menghindari inflasi adalah dengan berinvestasi. Berinvestasi aset crypto bisa dijadikan salah satu pilihan, karena harganya yang terus naik setiap tahunya.

Minat masyarakat di indonesia terus mengalami peningkatan, setiap harinya lebih dari 1000 orang mendaftar di aplikasi jual beli crypto. Untuk berinvestasi aset crypto tidak harus membli satu keping bitcoin atau aset-aset crypto yang lain, yang harganya sudah jutaan bahkan ratusan juta. Hanya dengan Rp 22.000 sudah bisa berinvestasi tergantung aplikasi crypto apa yang kalian pilih.

Di Indonesia beredar bermacam-macam crypto dengan fungsinya masing-masing. Ada yang fungsinya untuk tranfer uang, ada yang di gunakan untuk membeli item dalam game, ada koin yang pergerakanya stabil dengan dolar. Bahkan ada negara-negara seperti Amerika, Jepang, Finlandia yang menjadikan crypto seperti bitcoin dan crypto lainnya sebagai alat pembayaran.

Untuk berinvestasi di aset crypto, cukup sederhana jadi setiap trader menentukan harga beli dan harga jual yang mereka inginkan. Saat terjadi kesepakan pasar baru saat itu transaksi terjadi. Setiap aset crypto menjalankan sebuah proyek-proyek. Prinsipnya hampir sama seperti saham, semakin baik kinerja perusahaan maka sahamnya akan terus naik. Di dunia crypto juga sama semakin berkembang proyek yang dikerjakan, maka harga crypto akan terus mengalami kenaikan.

Harga aset crypto yang flukluatif atau mengalami penurunan dan kenaikan secara signifikan karena aset digital terbilang masih sangat baru, hal yang mempengaruhi naik turunya sebuah harga crypto salah satunya adalah para investor di aset digital crypto yang masih terlalu sedikit, berbeda dengan saham maupun emas yang penggunanya ratusan juta orang di indonesia, Sehingga harganya stabil dan cenderung mengalami kenaikan daripada penurunan.

Aset cryptocurrency bisa di analogikan sebagai sebuah rumah kost bila di dalam rumah tersebut penghuninya cuman 3 orang dan penghuninya hilang 2 orang maka omsetnya akan turun 66% dan kalau rumah itu penghuninya 100 orang dan hilang 30 orang maka masih ada 70% penghuni artinya anda hanya turun 30% begitujuga dengan aset crypto yang naik turunya di pengaruhi jumlah pengguna dan besar kecilnya investasi pengguna.

Di Indonesia, Bappebti (Badan pengawas perdagangan berjangka komiditi) pada tahun 2020 menetapkan ada 229 aset crypto yang boleh di berdagangkan secara legal. Bappebti melarang aset-aset crypto sebagai alat pembayaran, tetapi boleh di gunakan sebagai investasi. Meskipun tidak boleh di gunakan sebagai alat pembayaran, tetapi aset crypto banyak di gunakan selayaknya emas yang di gunakan sebagai penyimpan nilai.

Menurut penulis berinvestasi aset crypto seperti bitcoin dan aset crypto lainnya, merupakan kegiatan beresiko tinggi karena harganya fluktuatif, dan tidak menjamin mendapatkan keuntungan seperti saham. Tetapi jika di gunakan dengan baik dan dengan analisis yang tepat, serta memahami proyek-proyek yang dikerjakan dibelakangnya, maka kerugian akan lebih diminimalisir dan tingkat keuntungan akan semakin besar.

Penulis berharap, ketika berinvestasi di aset crypto dan mengalami kerugian maka jangan di jual dan tunggu harga pasar naik. Aset crypto sangat cocok di investasikan jangka panjang, dan kurang direkomendasikan untuk jangka pendek.

(Mohamad Fikri Vebri Ashar adalah Mahasiswa Teknik Informatika Universitas Peradaban Bumiayu (UPB) Kabupaten Brebes, Jawa Tengah)

Tulisan dalam Kolom Opini ini adalah kiriman dari masyarakat. Segala tulisan bukan tanggung jawab Redaksi PanturaNews, tapi tanggung jawab penulisnya.

 
komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita