Minggu, 02/05/2021, 21:19:32
Lumpuh Selama Tujuh Tahun, Figo Butuh Bantuan dari Pemerintah
LAPORAN RESMAN S

Figo yang lumpuh akibat terjatuh usai mengikuti praktek pelajaran olah raga di sekolahnya terbilang anak yang cerdas dan rajin. Saat ini dia butuh bantuan berobat. (Foto: Dok/Resman)

PanturaNews (Indramayu) - Selama lebih kurang tujuh tahun, Figo Arrozaq Kusuma yang kini usianya memasuki 17 tahun, menderita kelumpuhan. Figo lumpuh di usia 9 tahun saat duduk di bangku sekolah dasar kelas 2.

Pengobatan secara medis tahun 2012, sudah dilakukan selama 3 bulan di Rumah Sakit BTD Betes Jogja. Selain itu juga berobat alternatif. Semua ihktiar sudah dilakukan, namun masih belum menemui hasil.

"Kami batuh perhatian dan bantuan dari Bupati Indramayu, Nina Agustina yaitu biaya perawatan medis untuk kesembuhan Figo," harap ayah Figo, Prabowo didampingi istrinya, Aan Hasanah, Minggu 02 Mei 2021.

Dikatakan Prabowo, Figo lumpuh akibat terjatuh usai mengikuti praktek pelajaran olah raga di sekolahnya saat kelas 2 di SD Negeri II Junti Kedokan, Kecamatan Juntinyuat, Kabupaten Indramayu, pada tahun 2011.

Ditemui PanturaNews di kediamanya Perumahan Balongan Asri 1 RT: 24 RW: 06 Blok C-9 No 5 Desa Tegalurung, Kecamatan Balongan, Kabupaten Indramayu, Prabowo menegaskan bahwa Fogo butuh perawatan medis dan bantuan dari Pemerintah Kabupaten Indramayu.

Figo, tutur Prabowo, adalah anak  yang cerdas dan rajin beribadah. Figo rajin sholat, puasa dan membaca kitab suci Al-Quran. Selama 7 tahun, Figo menghabiskan waktu sehari-harinya dengan berbaring, dan bersandar di tempat tidur sambil belajar.

"Kami ihlas mengurus, meskipun melelahkan disaat Figo menamatkan sekolah dasar di SDN II Tegalurung tahun 2016,” kata Prabowo yang bekerja sebagai buruh proyek bangunan yang selalu berpindah-pindah.

Menurut Prabowo, Figo menamatkan sekolah dasar butuh pejuangan dan kerja keras. Namun dia tak kenal lelah demi memperjuangkan anaknya agar memiliki ilmu. Jarak tempuh dari tempat tinggal ke sekolah, sekitar 2 km. Pulang pergi, ia mengantar Figo ke sekolah menggunakan kursi roda. Itu dilakukan selama 3 tahun dari 2013 sampai tahun 2016.

Lulus SD, lemudian Figo mengikuti kejar paket B atau setara dengan sekolah menengah pertama sampai lulus. Anak semata wayang ini rajin belajar secara mandiri, maupun dengan guru panggilan. Kini Figo masih berjuang mengejar kelulusan menghadapi ujian program kejar paket C atau setara dengan sekolah menengah atas yahun 2021.

“Kami berharap bantuan dari pemerintah. Kondisi kesehatan Figo semakin menurun, anggota tubuh semakin kurus dan sangat membutuhkan penanganan serius dari tim medis,” pungkas Prabowo.


 
komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita