Kamis, 29/04/2021, 23:33:03
Polisi Limpahkan Kasus Korupsi di BJB Indramayu ke Kejaksaan
LAPORAN RESMAN S

Tersangka pelaku kredit konstruksi Piktif di di Bank Jabar Banten Cabang Indramayu. (Foto: Humas Polres Indramayu)

PanturaNews (Indramayu) - Berkas kasus korupsi di di Bank Jabar Banten (BJB) Cabang Indramayu yang berhasil dibongkar Polres Indramayu, dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Indramayu, Jawa Barat.

“Berkas perkaranya kami limpahkan ke Kejaksaan Negeri Indramayu untuk segera diproses ke persidangan,” ujar Kapolres Indramayu, AKBP Hafidh S Herlambang melalui Kasat Reskrim, AKP Luthfi Olot Gigantara, Kamis 29 April 2021.

Menurutnya, kasus tersebut melibatkan empat tersangka yang membobol uang BJB sebesar Rp 600 juta. Salah satu tersangka adalah oknum orang dalam BJB Cabang Indramayu, yakni pegawai bagian AO Komersil berinisial PK.

Praktik korupsi tersangka PK, dilakukan bersama tiga orang lainnya yakni Bendahara pada Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Indramayu berinisial AR, dan dua orang pihak swasta (kontraktor) berinisial AZ dan TO.

“Modusnya, tersangka AR yang menjabat sebagai Bendahara Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, menerbitkan enam buah SPK (Surat Perintah Kerja) fiktif,” terang Luthfi Olot Gigantara.

Cara korupsi berjamaah yang dilakukan keempat tersangka ini, terbilang nekat. Mereka mengajukan Kredit Modal Kerja Konstruksi (KMKK) ke BJB dengan dokumen fiktif.

Kemudian, lanjut Olot, keenam SKP fiktif itu lalu diberikan kepada tersangka AZ dan TO, pihak swasta pemilik CV Putra Laksana dan CV Raisya Putri. AR meminta AZ dan TO, agar segera menyerahkan SPK fiktif itu kepada PK.

“Berbekal pengalaman dan kebetulan berada pada jabatan strategis, keenam SPK fiktif itu dengan mudah diproses oleh tersangka PK selaku AO Komersil di BJB Cabang Indramayu,” ungkapnya.

PK dengan gampang mengusahakan pencairan kredit, tanpa harus melalui tahapan semestinya yang diatur dalam SK Direksi PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk nomor 0084/SK/Dir-Kom/2018, tentang Manual BJB Produk KMKK.

“Keempat tersangka ini akhirnya berhasil mencairkan kredit hampir mendekati angka enam ratus juta rupiah,” tutur Luthfi Olot Gigantara.


 
komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita