Rabu, 21/04/2021, 19:29:44
Produktivitas Padi Tinggi, Harga Gabah Petani Naik, Jokowi Senang
LAPORAN RESMAN S

Presiden RI, Ir Joko Widodo didampingi Menteri Pertanian, Dirut Perum Bulog dan Bupati Indramayu meninjau panen raya padi di Desa Wanadari, Kecamatan Bangodua, Kabupaten Indramayu. (Foto: Istimewa)

PanturaNews (Indramayu) - Harga gabah petani sudah tidak anjlok lagi karena adanya gerakan serap gabah petani. Kini minimal sesuai Harga Pembelian Pemerintah (HPP) Rp 4.200 per kilogram, sehingga menguntungkan petani.

Hal itu dikatakan Presiden RI Jokowi didampingi Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo dan Dirut Perum Bulog, Budi Waseso saat meninjau lokasi panen raya padi sekaligus dialog dengan petani di Desa Wanasari, Kecamatan Bangodua, Kabupaten Indramayu, Rabu 21 April 2021.

"Saya sangat senang sekali, terutama harga gabah sudah bagus. Waktu itu saya dengar harganya jatuh, sedih juga kita karena alasanya mau impor. Yang mau impor siapa?,” ujar Jokowi.

Tapi memang ada rencana dari salah satu kementerian untuk antisipasi, karena pandemi covid-19 dan berbagai bencana, tapi situasi panen padi dalam negeri aman sehingga tidak diperlukan impor.

Sementara Menteri Pertanian Syahrul Yasin menegaskan komitmennya bersama mitra yakni Bulog, PT. Pertani dan Komando Strategi Penggilingan (Kostraling), untuk menyerap semua gabah petani sesuai HPP yakni Rp 4.200 perkilogram. Bahkan, Yasin pun akan menindak dengan keras, jika ada pihak yang tak mau menyerap gabah petani karena alasan kadar air.

"Sesuai arahan Presiden Jokowi, kita akan serap gabah petani disini (Indramayu,- red) tanpa terkecuali melihat kadar air. Ada keluhan kadar air jangan sampai ini hanya alasan. Kalau ada yang seperti ini kita tindak. Petani tadi mengatakan bahwa gabah sudah naik harga Rp 4.200, kemarin sempat turun tapi sekarang sudah naik, kita pertahankan ini," ucapnya.

Selain serap gabah, Menteri Pertanian berkomitmen untuk menjamin ketersediaan pupuk bersubsidi, dan menindak tegas oknum-oknum yang mempermainkan pupuk bersubsidi. Penyaluran pupuk bersubsidi harus tepat waktu dan sesuai tata kelola yang dikendalikan oleh sistem.

"Bupati dan Pak Kadis kalau ada yang bermain-main dengan pupuk langsung lakukan tindakan. Tidak boleh menjual pupuk itu di atas HET (Harga Eceran Tertinggi), dan Alhamdulillah di dusun ini pupuk tidak pernah bersoal begitu, tadi disampaikan tapi kadang-kadang agak terlambat. Tapi ini terus kita perbaiki," tegasnya.

Lebih Menteri Pertanian menuturkan, pihaknya terus memprioritas penanganan panen yang baik, sehingga produksi padi yang dicapai optimal atau tidak mengalami losses (kehilangan) yang besar.

Terkait luasan panen padi yang over, lanjutnya, tapi terkendala tenaga kerja, segera disalurkan bantuan mesin panen padi (combine harvester), sehingga tidak terjadi penundaan panen dan gabah yang dihasilkan bernilai jual tinggi.

"Di sini panennya terlalu over dan maksimal, tapi kadang-kadang tenaga kerjanya kurang akhirnya panen tertunda dan kadang-kadang berkendala. Oleh karena itu, sesuai perintah Pak Presiden kepada saya, kami kasih combine harvester yang bagus,” tuturnya.


 
komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita