Sabtu, 17/04/2021, 17:49:05
Warga Sambut Gembira Persetujuan Pemekaran Indramayu Barat
LAPORAN RESMAN S

Panitia Pembentukan Kabupaten Indramayu Barat foto bersama usai mengikuti rapat persetujuan di Gedung DPRD Jawa Barat. (Foto: Istimewa)

PanturaNews (Indramayu) - Masyarakat menyambut gembira, setelah Pemerintah Provinsi Jawa Barat bersama DPRD Jabar menandatangani persetujuan pemekaran wilayah Kabupaten Indramayu Barat resmi menjadi Calon Daerah Persiapan Otonomi Baru (CDPOB).

Persetujuan bersama tersebut dilakukan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dan Ketua DPRD Jabar Brigjen TNI (Purn) Taufik Hidayat, disaksikan para pendukung dan presidium di Gedung DPRD Jabar, Jumat 16 April 2021 kemarin.

Warga Kecamatan Terisi, Wawan Sugiarto, S.Tp menyatakan senang dan gembira, atas persetujuan pemekaran wilayah Kabupaten Indramayu Barat. Kegembiraan juga disampaikan Sabar Sembiring, SH, warga Desa Sukaslamet, Kecamatan Kroya.

“Saya sangat setuju pemekaran Indramayu Barat untuk percepatan pembangunan,” kata Sabar Sembiring yang dihubungi Wartawan PanturaNews, Sabtu 17 April 2021.

Namun menurut Wawan Sugiarto yang aktivis LSM-LAKI Kabupaten Indramayu itu, prosesnya masih ada satu tahapan lagi di pusat. Ini merupakan tahapan yang lebih politis lagi, yaitu persetujuan eksekutif dakam hal ini Kementerian Dalam Negeri.

“Selanjutnya akan dilakukan kajian kelayakan, sebagaimana aturan yang berlaku. Kemudian persetujuan legislatif akan memproses pembuatan UU Pemekaran wilayah,” ujar Wawan.

Dalam proses tahapan dipusat, Wawan berharap jangan di jadikan tarikan kepentingan politik, sehingga menjadi lama lagi. Biasanya, kepentingan pemodal  akan di jadikan siapa yang menjadi Pjs Bupati Indramayu Barat.

Sementara Abdulah Irlan SH, tokoh masyarakat Desa Gabus Wetan menyatakan perjuangan yang selama 22 tahun lebih, akhirnya bisa terwujud meskipun baru pada tahapan dan level provinsi, dan akan panjang lagi prosesnya.

Abdulah Irlan menjelaskan, bahwa rencana pemekaran Kabupaten Indramayu awalnya diusung oleh tiga orang dari Kecamatan Haurgeulis yaitu Heri Isneini MH, Edy Sofian dari PDI Perjuangan dan Sukamto SH pada tahun 2001. Pada masa itu Ketua DPRD Indramayu adalah Iwan Hendrawan dari PDI Perjuangan, dan Bupati Indramayu, Yance.

“Penantian panjang, sudah 22 tahun, berjuang untuk bisa menjadi Daerah Ootonomi Baru. Dalam setiap momen pesta lima tahunan, jadi janji politik untuk kemenangan calon tertentu. Dan ternyata hanya janji tinggal janji saja,” tutur Abdulah Irlan.

Baru Sekarang, lanjutnya, di periode pasangan Bupati dan Wakil Bupati Nina Agustina dan Lucky Hakim, terlaksana dengan diadakanya rapat patipurna DPRD Provinsi dan Gubernur Jawa Barat.

“Kami terimakasih kepada Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dan DPRD atas disetujuinya pemekaran Indramayu Barat sebagai CDPOB,” pungkas Abdulah Irlan.

Diketahui, Data Adminstrasi Pemerintahan Kabupaten (Pemkab) Indramayu terdiri dari 31 kecamatan, dengan 317 jumlah desa dan kelurahan. Dari jumlah  31 kecamatan, sepuluh kecamatan masuk daftar CODB diantaranya:

-1.Kecamatan Gantar. -2 Kecamatan Haurgeulis. -3 Kecamatan Kroya. -4 Kecamatan  Gabus Wetan. -5 Kecamatan Bongas. -6 Kecamatan Kandanghaur.  -7 Kecamatan Anjatan. -8 Kecamatan Patrol. -9 Kecamatan Terisi. -10 Kecamaran Sukra.


 
komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita