Jumat, 16/04/2021, 17:38:27
Program Dukcapil Ngabuburit: Wow, Bikin KTP Sambil Nunggu Magrib
LAPORAN RESMAN S

Selama Bulan Ramadhan Program Dukcapil Ngabuburit memberikan pelayanan kepada masyarakat Kabupaten Indramayu di tempat-tempat ngabuburit. (Foto: Diskominfo)

PanturaNews (Indramayu) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Indramayu melalui Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Indramayu melakukan inovasi dengan meluncurkan program baru.

Program tersebut diberi nama Dukcapil Ngabuburit, yakni membuat KTP-el, KIA, akta kelahiran, akta kematian dengan cara jemput bola ke tempat-tempat strategis dimana masyarakat biasa berkumpul.

Kepala Disdukcapil Kabupaten Indramayu, Moh Iskak Iskandar melalui Kepala Dinas Kominfo, Aan Hendrayana mengatakan program ini sengaja diadakan dalam rangka memeriahkan Bulan Suci Ramadan.

Menurutnya, program ini digelar setiap hari Selasa dan Kamis sepanjang bulan Ramadhan 1442 Hijriah. Melalui program ini, masyarakat dapat melakukan perekaman dan pencetakan KTP-el, pembuatan KIA, akta kelahiran, akta kematian secara gratis.

“Semua pelayanan itu akan langsung jadi di tempat. Sambil ngabuburit menunggu magrib, masyarakat bisa mengurus administrasi kependudukan,” jelas Aan, Kamis 15 April 2021.

Berikut Jadwal Program Dukcapil Ngabuburit:

-1. Kamis (15/4/2021) pukul 14.00-16.30 WIB di Islamic Center Indramayu. -2. Selasa (20/4/2021) pukul 14.00-16.30 WIB di Kuliner Cimanuk Indramayu. -3. Kamis (22/4/2021) pukul 14.00-16.30 WIB di Sport Center Indramayu.

-4. Selasa (27/4/2021) pukul 14.00-16.30 WIB di Waduk Bojongsari. -5. Kamis (29/4/2021) pukul 14.00-16.30 WIB di Islamic Center Indramayu. -6. Selasa (4/5/2021) pukul 14.00-16.30 WIB di Kuliner Cimanuk Indramayu. -7. Kamis (6/5/2021) pukul 14.00-16.30 WIB di Sport Center Indramayu.

Sementara salah satu masyarakat, Rahadi, warga Kelurahan Paoman mengatakan, dirinya benar-benar sangat terbantu dengan program Dukcapil Ngabuburit ini.

“Sambil nunggu maghrib sejak jam 3 sore, saya bersama anak-anak urus keperluan administrasi kependudukan. Saya ganti KTP karena sudah rusak, sedangkan anak-anak saya membuat KIA,” kata Rahadi.


 
komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita