Senin, 12/04/2021, 18:13:05
Bencana Alam Yang Terjadi Ditengah Pandemi
Oleh: Indah Purwati

SEJAK awal 2020 hingga sampai saat ini, Indonesia telah hidup dengan rasa cemas dan khawatir akibat virus yang telah menyebar di Wuhan terlebih dahulu, yaitu virus Covid-19.

Virus tersebut memang sangat cepat penyebarannya di berbagai belahan dunia. Virus yang mulanya tersebar melalui hewan ke manusia, sampai manusia ke manusia telah menginveksi jutaan orang. Virus ini menjadi bukti sejarah tumbangnya ekonomi di berbagai negara, dan krisis terjadi di mana-mana akibat terjadinya kematian jutaan penduduk di bumi.

Selain itu di tengah berjuangnya masyarakat Indonesia dalam memerangi virus ini selama 1,5 tahun, bencana alam pun tak luput menerjang masyarakat Indonesia dari banjir, tanah longsor dan gempa bumi telah terjadi di beberapa daerah di Indonesia. Kejadian ini menambah deretan panjang musibah yang harus dihadapi masyarakat Indonesia.

Bencana alam pertama adalah banjir, banjir sendiri merupakan bencana alam yang terjadi setiap tahunya di beberapa daerah seperti Jakarta misalnya. Namun terhitung pada 2 Maret 2020 sampai 11 April 2021, banjir mengalami peningkatan di beberapa daerah bahkan daerah yang tidak terkena banjir seperti di Tegal dan Purwokerto pun, ikut terkena dampak dari luapan sungai sekitar.

Hal ini terjadi karena masalah yang belum dapat teratasi dari dulu, yaitu pembuangan sampah di sungai dan aliran air yang semakin sempit akibat kepadatan penduduk yang semakin bertambah.

Bencana alam yang kedua adalah longsor, pada 19 Januari 2021 banjir dan longsor yang mengakibatkan tertimpanya permukiman warga di desa chianjuang, kecamatan Cimanggung, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat.

Longsor tersebut terjadi 2 kali pada hari yang bersamaan hingga mengakibatkan beberapa warga sekitar harus dilarikan ke pengungsian terdekat. Longsor juga tidak terjadi di Sumedang saja di beberapa tempat juga terjadi longsor akibat curah hujan yang tinggi dan tanah bergerak seperti di desa Kali Salak, Kecamatan Ajibarang, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah yang mengakibatkan terhambatnya jalan antar desa.

Selanjutnya seolah tidak cukup dengan musibah tersebut baru-baru ini BMKG telah mengumumkan akan terjadinya gempa bumi di berbagai titik. Terbukti pada 15 Januari 2021 gempa berkekuatan 6,2 magnitudo telah menimpa Mamuju dan Majene.

Gempa tersebut menimbulkan banyak kerusakan ribuan rumah di tambah dengan korban jiwa dan beberapa korban luka-luka. Terakhir gempa terjadi pada 10 April 2021 di Malang dengan kekuatan 6,7 magnitudo dan lagi-lagi musibah banyak terjadi di masyarakat Indonesia.

Semua bencana tersebut sudah terpetakan oleh BMKG dari awal 2020 akan terjadi beberapa curah hujan yang tinggi sehingga dapat berpotensi besar mengakibatkan banjir dan tanah longsor, kini gempa bumi pun ikut memporak-prandakan sebagian wilayah Indonesia.

Bencana tersebut 50 persen bahkan lebih juga terjadi karena keikutsertaan masyarakat sendiri dari perilaku yang masih sering buang sampah sembarangan di sungai-sungai, penebangan pohon dengan skala besar tanpa diimbangi penanaman pohon yang seimbang dan bahkan di desa Karang Bawang Kecamatan Ajibarang beberapa bukit sudah ikut di keruk untuk dijadikan bahan pembuatan semen.

Terjadi atau tidaknya bencana alam bisa di cegah dengan pola perilaku manusia itu sendiri. Mereka harus lebih sadar betapa pentingnya tindakan yang benar akan berdampak positif di kemudian hari. Jika alam sudah tidak bersahabat lagi itu berati sudah terjadi banyak kesalahan pada manusia dan itu juga merupakan bentuk koreksi yang harus di lakukan secara nyata oleh masyarakat itu sendiri.

Bencana tidak akan terjadi jika manusia menipiskan rasa egoisme mereka dengan cara bergandengan tangan untuk tidak melakukan perbuatan yang salah berulang. Bencana Alam adalah bentuk nyata banyak kerusakan yang telah manusia lakukan dan dampak tersebut akan menjadi bumerang bagi manusia itu sendiri.

(Indah Purwati adalah Mahasiwi Pendidikan Bahasa Inggris di Universitas Peradaban Bumiayu, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah)

Tulisan dalam Kolom Opini ini adalah kiriman dari masyarakat. Segala tulisan bukan tanggung jawab Redaksi PanturaNews, tapi tanggung jawab penulisnya.

 
komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita