Senin, 12/04/2021, 17:44:13
Tradisi Prepegan Menjelang Bulan Ramadhan
Oleh: Divana Anis Sabilla

RAMADHAN tahun ini jatuh pada tanggal 13 April 2021, dimana pandemi Covid-19 belum berakhir dan masih terus berlanjut, namun tidak mengurangi semangat kita dalam menjalankan ibadah puasa.

Dalam masyarakat jawa ada hal yang menarik sebelum menyambut datangnya Bulan Ramadhan, yaitu Prepegan. Prepegan merupakan istilah yang sering kali diucapan masyarakat Jawa Tengah, khususnya masyarakat yang tinggal di daerah kabupaten Brebes dan Tegal pada saat menjelang Ramadhan dan menjelang hari Raya.

Dimana dalam prepegan ini masyarakat berbelanja ke pasar untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya, baik untuk menyambut bulan Ramadhan maupun menyambut Hari Raya Idhul Fitri.

Pada dasarnya prepegan sama halnya dengan berbelanja di pasar pada hari-hari biasanya namun yang membedakan adalah waktu dan jenis kebutuhan yang dibeli. Banyak masyarakat yang berbondong-bondong pergi ke pasar untuk membeli kebutuhan mereka menjelang bulan Ramadhan makanya tak heran jika pada saat prepegan jalanan menjadi macet dan pasar dipenuhi oleh pembeli.

Rata-rata masyarakat banyak membeli kebutuhan pangan mulai dari beras, minyak, cabai, bawang, ikan, daging dan telur. Jika kita bandingkan dengan hari-hari berbelanja biasanya ada suatu kesamaan yaitu dimana mereka sama-sama membeli jenis kebutuhan pangan, namun yang membedakan adalah barang yang dibelanjannya.

Kebanyakan dari mereka pada saat prepegan membeli kebutuhan pangan lebih banyak dari hari-hari biasanya. Dalam hal ini terjadi lonjakan yang sangat tinggi dimana permintaan pada saat prepegan lebih tinggi dibandingkan hari biasanya. Misalnya banyak permintaan daging, baik daging ayam maupun daging sapi.

Mereka beranggapan jika diawali menu sahur dan berbuka puasa dengan daging akan menambah semangat puasa mereka. Karena banyaknya permintaan tersebut jenis kebutuhan pangan biasanya menjelang bulan Ramadhan mengalami kenaikan harga dibandingkan dengan hari biasanya.

Kegiatan prepegan sudah menjadi tradisi turun temurun masyarakat jawa sejak jaman dahulu. Prepegan kali ini berbeda dengan prepegan tahun-tahun lalu karena prepegan kali ini terjadi di tengah pandemi Covid-19, dimana semua orang harus menjaga jaraknya guna mematuhi protokol kesehatan untuk mencegah kluster baru Covid-19.

Namun ada segelintir orang yang masih mengabaikan protol kesehatan, misalnya saja di dalam pasar mereka berdesak-desakan tanpa menjaga jarak atau melakukan social distancing, selain itu ada juga orang yang tidak menggunakan masker.

Ternyata pandemi Covid-19 tidak menyurutkan antusias masyarakat berbelanja saat prepegan, buktinya jalanan macet, di pasar masih banyak ditemukan orang yang sedang berbelanja sampai berdesak-desakan satu sama lain seolah-olah kondisi masih aman dan tidak adanya pandemi.

Kita harus bersemangat menjalankan ibadah puasa kita di tengah pandemi, namun protokol kesehatan juga harus menjadi pedoman agar kita selalu mematuhinya sehingga tidak menimbulkan kluster baru. Kita harus tetap berhati-hati dalam menjalankan segala aktivitas dan kegiatan.

Semoga pada Ramdhan kali ini pandemi Covid-19 cepat berlalu dan kondisi kembali normal sehingga kita bisa lebih merapatkan tali silatuhrahmi kita tanpa rasa takut untuk berjaga jarak. Marhaban Ya Ramadhan.

(Divana Anis Sabila adalah Mahasiswa semester 4 Ilmu Komunikasi Universitas Peradaban Bumiayu, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah)

Tulisan dalam Kolom Opini ini adalah kiriman dari masyarakat. Segala tulisan bukan tanggung jawab Redaksi PanturaNews, tapi tanggung jawab penulisnya.

 
komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita