Jumat, 02/04/2021, 11:25:54
Dugaan Pencemaran Tambak Akibat Kebakaran Tanki Kilang Diteliti
LAPORAN RESMAN S

Tim peneliti mulai investigasi dugaan pencemaran air tambak akibat ledakan dan kebakaran kilang minyak Balongan. (Foto: Media Centre)

PanturaNews (Indramayu) - Tim penelitian mulai investigasi dugaan pencemaran tambak, akibat ledakan tanki kilang minyak  RU VI Balongan Kabupaten Indramayu, Jawa Barat.

Tim yang diturunkan adalah utusan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Perikanan dan Kelautan, Kejaksaan Negeri Indramayu, pihak Pertamina, Aparat Kepolisian, TNI, Koalisi Masyarakat Pesisir dan Nelayan Indramayu (Kompi) serta KNTI.

"Kompi dan KNTI berusaha mendampingi tim pencarian fakta pemantauan air akibat kebakaran kilang di Balongan,” kata Ketua Kompi Indramayu, Juhadi Muhammad, Kamis 1 April 2021.

Menurutnya, dari hasil kerja kunjungan tim di lapangan semoga bisa memberikan manfaat buat lingkungan dan pembudidaya ikan di Kabupaten. Pengecekan kualitas air di tambak, ditemukan kondisi udang dan ikan mengalami kematian. Ada gumpalan sejenis oli tercecer di lahan tambak, bahkan terlihat ikan mati mendadak.

Beberapa sampel air yang sudah diambil dari lahan tambak udang milik H. Maftuchin di Desa Singaraja, milik Syam Imron Yunani di Desa Balongan, untuk dilakukan uji laboratorium oleh tim ahli Kementerian Lingkungan Hidup dan pihak Pertamina.

"Saat audien dengan Bupati Indramayu, Nina Agustina bukti-bukti foto dan video kondisi lahan tambak sudah diserahkan sebagai bahan tindak lanjut dengan Pertamina," terang Juhadi.

Secara terpisah Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Indramayu, Ir. Aep Surahman, Msi mengatakan pihaknya berkomitmen untuk memfasilitasi dan membantu masyarakat petani tambak.

“Hasil pengambilan sampel air tambak akan diteliti, apakah ada dampak akibat peristiwa ledakan tangki kilang Balongan apa tidak,” ujar Aep Surahman kepada PanturaNews dikantornya Jalan Murahnara Indramayu.

Menurutnya, untuk memperoleh hasil yang obyektif, berdasarkan hasil musyarah bersama yang dipimpin Bupati Indramayu, Nina Agustina kemarin di Ruang Sekda Indramayu, diturunkan tim pengecekan dan investigasi lokasi tambak.

Pengecekan dilakukan bersama Diskanla Indramayu, DLH Indramayu, KLHK, Polres, Kodim, Kejari, Anggota Komisi IV DPR RI, Ono Surono, Tim Pertamina serta petani tambak diwakili Kompi dan KNTI.

"Prinsipnya kami, Pemkab Indramayu, mendukung aspirasi yang disampaikan petani tambak dengan ditindaklanjuti mengambil sample air di tambak udang dan ikan yang terkena dampak dari terbakar dan meledaknya tangki kilang Balongan," tuturnya.

Aep menegaskan, jika dari hasil pengecekan dilapangan dengan pengambilan beberapa sampel air lahan tambak menyebabkan kematian ikan akibat pencemaran lingkungan atau dampak dari ledakan, maka pihak Pertamina wajib untuk memberikan ganti rugi kepada masyarakat.

"Bila ditemukan bukti adanya pencemaran yang mengakibatkan matinya udang dan ikan, maka pihak Pertamina wajib memberikan ganti rugi," tandasnya.

Anggota Komisi IV DPR RI, Ono Surono, menjamin Pemkab Indramayu akan memperjuangkan persoalan pencemaran limbah yang menimpa lahan tambak ikan dan udang di wilayah Kabupaten Indramayu, pasca ledakan tangki BBM milik Pertamina RU VI Balongan.

"Kami mendampingi pengambilan sampel air di lahan tambak beberapa kecamatan, sebagai bentuk keseriusan Pemkab Indramayu pada persoalan ini,” ujar Ono.


 
komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita