Sejumlah warga melaksanakan pekerjaan membersihkan lingkungan melalui program padat karya dalam rangka penanggulangan dampak Covid-19 (Foto: Dok. Zaenal Muttaqin)
PanturaNews (Brebes) - Tanggulangi dampak wabah Covid-19, Desa Bantarkawung, Kecamatan Bantarkawung, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, menggelar proyek padat karya bagi warganya. Padat karya selama dua hari itu tiap harinya memperkerjakan 350 warga setempat dengan upah sebesar Rp 50 ribu untuk setengah hari.
Kepala Desa Bantarkawung, M Rivai Syaefudin mengatakan, padat karya penanggulangan dampak Covid-19 didanai dari Dana Desa (DD). Pekerja terdiri dari warga desa yang terdampak akibat wabah Covid-19.
"Akibat Covid-19 banyak warga yang mengalami kesulitan ekonomi, seperti pedagang yang tidak bisa pedagang, juga karyawan yang diberhentikan dari pekerjaannya dan lainnya," katanya, Selasa 09 Juni 2020.
Menurutnya, melalui padat karya warga melakukan pekerjaan membersihan lingkungan dan normalisasi drainase di sepanjang jalan. Melalaui padat karya itu juga dimaksudkan untuk menjaga kebersihan lingkungan guna mencegah penyebaran Covid-19.
"Lingkungan dan drainase jalan sepanjang dua kilometer kiri-kanan dibersihkan," ujar Rivai.
Lapangan Garuda yang ada di desa juga dibersihkan dan ditata sehingga nampak lebih nyaman dan sehat karena lingkungannya bersih.
Padat karya dilakukan selama dua hari, yang memperkerjakan 350 orang tiap harinya, dengan upah Rp 50 ribu per orang per setengah hari.
"Upahnya Rp 50 tiap pekerja dengan waktu kerja setengah hari," tutur Rivai.
Selain padat karya, dalam penanggulangan dampak Covid-19 juga disalurkan bantuan paket sembako dan bantuan keuangan. Bantuan-bantuan tersebut berasal dari beberapa sumber, seperti Kemensos, Pemkab dan juga DD serta lainnya, sesuai aturan yang berlaku.
"Penanggulangan dampak Covid-19 selain melalui program padat karya juga ada bantuan dari beberapa sumber yang sudah berjalan," pungkas Rivai.