Jumat, 13/09/2019, 22:38:00
Satu Jam, Lanang Setiawan Jadi Guru di SMA Negeri 1 Slawi
-Laporan SL Gaharu

Tiga siswi SMA Negeri 1 Slawi tekun menyimak Lanang mengajar (Foto: Dok)

PanturaNews (Tegal) - Seniman asal Kota Tegal, Lanang Setiawan, selama satu jam menjadi guru siswi SMA Negeri 1 Slawi, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, Kamis 12 September 2019.

Muarif Esage, guru Bahasa Indonesia SMA Negeri 1 Slawi, Kabupaten Tegal meminta kepada Lanang, untuk memberikan pemahaman tentang bahasa dan estetika Puisi Tegalan.

Menurutnya, pihaknya sengaja mendatangkan Lanang Setiawan senyampang anak didiknya berkeinginan menerjemahkan puisi-puisi berbasis bahasa lokal ke dalam bahasa Jerman.

"Kami mengundang mas Lanang karena anak didik kami menyukai sajak-sajak Tegalan yang kebetulan juga, sajak-sajak yang dipilih mereka karya mas Lanang sendiri," katanya.

Terkait mengundang Lanang, karena ada kata-kata bahasa Tegalan yang tak dipahami oleh mereka. "Misalnya saja seperti kata 'mbabad alas', 'gledegan', atau kalimat 'ora weruh sing nggeyong' dan lain sebagainya," ujarnya.

Contoh kata atau kalimat Tegalan yang asing bagi mereka, mendorong Muarif mempertemukan Lanang dengan mereka.

Mendapat kehormatan sajak-sajak Tegalannya bakal diterjemahkan ke dalam bahasa Jerman, Lanang menyambut positif. Ia pun bergegas memberi pemahaman kata-kata tegalan yang asing bagi tiga siswa tersebut.

Menurut Lanang, makna daripada mbabad alas' artinya 'orang yang membuka wilayah,  'gledegan' artinya 'belantara, dan yang dimaksud dengan ungkapan tembung 'ora weruh sing nggeyong' arti harfiahnya 'seperti tidak tahu asal-usulnya'.

"Kata-kata semacam itu yang harus aku terangkan," katanya.

Ditambahkan, bahwa di dalam terjemahkan sebuah puisi, dilakukan bukan diterjemahkan kata per kata, melainkan harus ditafsirkan pada kesatuan sebuah kalimat dari bait per bait puisi.

"Jika ditafsirkan perkata, akan keliru. Ambil saja inti dari kalimat yang disusun sang penyair. Pemaham seperti itu yang aku ajarkan kepada mereka," papar Lanang.

Seperti diketahui, ada 26 puisi Tegalan karya Lanang Setiawan yang saat ini tengah dialihbahasa ke dalam bahasa Jerman oleh tiga siswi kelas XII yakni, Fajrina Citra Asokawati, Adinda Nurfitriani Maulida, dan Intan Mauli Diana. Hasil dari terjemahan mereka akan diterbitkan dengan judul buku  "Njlajah Jerman". Rencana buku tersebut akan diluncurkan bertepatan pada Hari Sastra Tegalan 26 Nopember mendatang.


 
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita