Selasa, 09/04/2019, 23:43:11
Tak Lolos Seleksi ASN, Guru Honorer Mengadu ke Jumadi
-LAPORAN JOHARI

Guru Honorer K2 audiensi ke wakil walikota. (FT: Johari)

PanturaNews (Tegal) – Baru menjabat dua minggu, Wakil Wali Kota Tegal M. Jumadi  menerima audiensi sejumlah guru honorer kategori dua (K2) Kota Tegal, yang tak lolos seleksi Aparatur Sipil Negara (ASN) di ruang kerjanya di Kompleks Balai Kota Tegal, Selasa 0 April 2019.  

Menurut Wakil Walikota Tegal  M. Jumadi, mereka sudah mengabdi sejak 2005 namun tak kunjung diangkat menjadi ASN. Sebelumnya, sejumlah honorer K2 telah mengikuti seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) beberapa waktu lalu namun tak lolos.

“Ya kalau dilihat secara kemanusiaan, sebetulnya saya juga tidak tega, tapi apa boleh buat itu yang memutuskan pusat,” kata Jumadi.

Jumadi mengungkapkan, dalam audiensi dirinya mendengarkan keluhan dan harapan honorer K2. Namun kebijakan pengangkatan K2 menjadi ASN atau P3K sepenuhnya ada di Pemerintah Pusat.

"Mereka datang ada yang mengeluh tidak lolos karena passing grade terlalu tinggi, dan lainnya. Namun kami sampaikan kebijakan itu memang kewenangan pemetintah pusat," kata Jumadi.

Jumadi memberi memotivasi agar para honorer K2 untuk tetap bersemangat memberikan yang terbaik di dunia pendidikan, juga meminta agar tetap berfikir positif.

"Tetap berdoa dan berharap yang terbaik. Siapa tahu dalam waktu dekat ada kebijakan baru dari pemerintah, atau mungkin ada solusi dari Pemda," ujarnya.

Jumadi sendiri mengaku masih harus banyak melihat dan mendengar untuk menyikapi dinamika persoalan yang terjadi di Kota Tegal.

"Terus terang saya baru tau istilah K2. Tapi yang jelas semoga ada jalan keluar yang terbaik dan yang tepenting adalah selalu berdoa, bila perlu ajak siswa untuk istighosah berdoa memohon kepada Allah agar guru-gurnya yang belum diankat jadi ASN agar cepat diangkat ," pungkasnya.

Sayangnya, usai audiensi, belasan honorer K2 menolak untuk diwawancarai awak media yang sudah menunggu. "Iya mas cuma audiensi. Tapi maaf gak ngomong dulu," kata salah satu guru yang enggan disebutkan namanya, sambil berjalan keluar meninggalkan ruang kerja wakil wali kota.


 
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita