Selasa, 19/02/2019, 15:32:18
Lahan Kritis Berubah Jadi Kebun Durian
-LAPORAN ZAENAL MUTTAQIEN

Tim dari Baperlitbangda Brebes meninjau lokasi kebun durian di Bukit Sege Indah Desa Adisana Kecamatan Bumiayu (Foto: Zaenal Muttaqin)

PanturaNews (Brebes) - Lahan kritis di Desa Adisana, Kecamatan Bumiayu, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, telah berubah menjadi kebun durian. Meski belum semuanya berbuah, tapi durian jenis montong di kebun tersebut mulai dapat dinikmati hasilnya.

Hal itu terungkap saat tim dari Badan Perencanaan Pembangunan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Baperlitbangda) Brebes meninjau ke lokasi Bukit Sege Indah di Desa Adisana, Selasa 19 Februari 2019.

Kasubid Infrastruktur wilayah Baperitbangda Brebes, Ilmiawan mengatakan, timnya datang ke lokasi dalam rangka kegiatan monitoring dan evaluasi penanganan lahan kritis dan sumber daya air berbasis masyarakat. Adisana merupakan salah satu desa yang menjadi proyek percontohan penanganan lahan kritis pada tahun 2012 lalu.

"Saat ini kita melakukan monitoring sekaligus pembinaan pada para petani yang memanfaatkan lahan kritis tersebut," katanya.

Menurutnya, setelah enam tahun program berjalan perlu ada evaluasi sekaligus rencana pengembangan selanjutnya. Melalui kegiatan pembinaan petani didorong untuk terus mengembangkan potensi tersebut untuk menjadi agrowisata.

"Kita lakukan evaluasi dan melihat langsung potensi yang dapat dikembangkan," ujar Ilmiawan.

Dikatakan, diharapkan apa yang telah diinvestasikan ke desa itu dapat terus dikembangkan. Semula bantuan bersifat stimulan berupa bibit duriaan, pupuk dan pendampingan.

"Hasilnya sudah mulai nampak, sehinga diharapkan ada pengembangan, agar durian tidak hanya dipanen tapi bisa menjadi agrowisata," ucap Ilmiawan.

Sekdes Adisana Heri Agus Riyanto, mengatakan kebun durian yang disebut sebagai Bukit Sege Indah merupakan lahan milik desa yang menjadi proyek intervensi. Lahan seluas 19 hektar tersebut telah tumbuh sekitar 750 ohon durian montong.

"Saat ini baru sekitar 60 pohon yang mulai produksi, selebihnya akan menyusul, karena saat penanaman juga bertahap," katanya.


 
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita