Rabu, 17/10/2018, 23:02:34
Ricuh dan Tangisan Warnai Laga Persab-Persedikab
-LAPORAN TAKWO HERIYANTO

Gagal masuk babak selanjutnya, pemain Persab dan pendukungnya nangis (Foto: Takwo Heryanto)

PanturaNews (Brebes) - Kericuhan dan tangisan mewarnai laga putaran kedua Liga 3 Regional Jawa 2, di Stadion Karangbirahi Brebes (SKB) Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, Selasa 16 Oktober 2018 sore.

Laga yang mempertemukan antara tim tuan rumah Persab Brebes melawan tim tamu Persedikab Kediri dengan akhir skor 3-2 itu, mengakibatkan insiden kericuhan yang dilakukan oleh Persedikab Kediri terhadap wasit.

Insiden terebut terjadi pada pertengahan babak kedua dan menjelang menit-menit akhir pertandingan akan usai. Dimana, pada pertengan babak kedua, Persedikab melakukan aksi protes terhadap gol yang diciptakan Dian Sasongko melalui tandukan kepalanya.

Mereka menganggap bahwa gol tersebut tidak sah, karena secara bersamaan saat menandukan bola ke arah gawang tim lawan mengenai tangannya. Namun, sang wasit tetap tegas bahwa gol yang dilakukan Dian Sasongko sah dan tidak mengenai tangan atau handball. Meski melakukan protes keras terhadap wasit, tidak sampai terjadi aksi kekerasan di lapangan.

Namun demikian, kericuhan pada menjelang menit-menit akhir terjadi, dimana tim asal Jawa Timur tidak terima atas keputusan wasit dengan diberikannya sebuah pelanggaran terhadap salah satu pemain Persedikab Kediri, akibat menjatuhkan sang striker Persab Brebes, Dian Sasongko di area kotak terlarang.

Atas keputusan wasit tersebut, aksi protes keraspun kembali dilakukan oleh tim Persedikab Kediri. Mereka ingin agar keputusan wasit memberikan hadiah penalti bagi tuan rumah Persab Brebes ditarik kembali.

Lantaran, merasa timnya dianggap dirugikan, diantara sebagain mereka pun tak segan-segan langsung mengeroyok wasit dengan cara menendang dan memukul. Beruntung aksi kericuhan yang terjadi beberapa menit itu akhirnya reda, yang selanjutnya dilakukan tendangan penalti oleh Persab Brebes.

Dian Sasongko yang mengeksekusi tendangan penalti ke arah gawang tim lawan gagal dilakukan. Tendangan cukup kerasnya dipojok kanan bawah dapat diblok dengan baik oleh sang kiper lawan.

Hingga peluit panjang dibunyikan wasit sebagai tanda berakhirnya pertandingan skor 3-2 untuk kemenangan Persab Brebes. Meski menang, pasukan Laskar Jaka Poleng itu, gagal melaju ke putaran selanjutnya.

Sebab, pada putaran pertama Persab bermain di kandang Persedikab Kediri pada pekan lalu berakhir dengan skor 1-0 untuk kemenangan tuan tumah. Sedangkan, pada putaran kedua ini, Persab hanya unggul 3-2 (agreragat gol 3-3).

Untuk itu, sesuai dengan regulasi, Persedikab berhak lolos ke babak selanjutnya, karena bisa melaukan gol tandang. Dengan demikian, Persab yang sangat berharap bisa lolos target, yakni ke putaran nasional pada musim depan, pupus sudah harapannya.

Usai pertandingan, tangisanpun mewarnai para pendukung setia Persab Brebes, Saber Mania dan Sanita serta pecinta sepakbola Kabupaten Brebes. Mereka menangis karena tidak percaya tim kebanggaanya yang dimenit-menit akhir laga untuk membawa Persab peluang lolos ke babak berikutnya ternyata gagal diraih.

Pelatih Persab Brebes, Edy Prayitno saat dikonfirmasi enggan untuk memberikan komentar atas kegagalan timnya.

"Buat apa wawancara? Paling saya dipecat kok. Bilang sana sama Pengawas Pertandingannya tidak ada sesi wawancara, saya yang bertanggung jawab," cetus Edy Prayitno.

Sementara itu, pelatih Persedikab Kediri, Zaenal Abidin mengaku bersyukur atas keberhasilan timnya melaju ke babak selanjutnya.

"Ini bukan semata-mata karena kerja keras tim saja, tapi juga karena sudah kehendak Allah SWT," katanya dengan singkat.


 
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita