Dr Novan Ardy Wiyani MPdI saat berbicara pada Seminar Parenting Memupuk Pendidikan Karakter Pada Anak Usia Dini, di gedung PAUD Terpadu Masyitoh Paguyangan (Foto: Zaenal Muttaqin)
PanturaNews (Brebes) - Akhir-akhir ini penggunaan gawai atau gadget di kalangan anak-anak terus meningkat. Bahkan menurut penelitian di Amerika, 1 rari 3 anak bisa menggunakan handphone (HP) atau gawai sebelum mereka dapat bicara.
Hal itu diungkapkan oleh Dr Novan Ardy Wiyani MPdI saat berbicara dalam kegiatan Seminar Parenting Memupuk Pendidikan Karakter Pada Anak Usia Dini, di gedung PAUD Terpadu (TK dan KB) Masyitoh Kecamatan Paguyangan, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, Rabu 17 Oktober 2018.
"Itu terjadi di Amerika, tapi di Indonesia saat ini juga mulai seperti itu," ungkapnya di hadapan peserta seminar yang terdiri dari para guru TK dan PAUD serta wali murid.
Menurutnya, kecanduan gawai pada anak dapat mengakibatkan terjadinya gangguan mata, pendengaran berkurang, obesitas, menurunkan daya ingat, tidak terbuka, emosi tidak stabil, mudah stress, kurang peka. Juga menjadi awal dari adiktif pornografi.
"Hal seperti itu hendaknya diwaspdai dan dimengerti oleh para guru dan orang tua," kata Novan yang juga dosen di IAIN Purwokerto ini.
Dikatakan, anak mengalami kecanduan gawai atau gadget karena beberapa faktor. Yaitu, orang tuanya kecanduan gawai dan anaknya meniru. Kurang adanya perhatian dari orang tua, kurang edukasi tentang penggunaan gawai dengan benar sebagai alat pembantu.
"Selain itu, bisa jadi juga kurangnya kebersamaan orang tua dengan anaknya," ucap Novan yang lahir besar di Bumiayu itu.
Selanjtunya, Novan memberikan saran kepada pra orang tua untuk mendisiplinkan penggunaan gawai pada anak. Dimulai dari orang tua untuk menghilangkan kecanduan ketergantungan pada gawai. Kemudain memberikan batas waktu penggunaan gawai dan memberiakn maina alternatif pada anak, bermain di ruang terbuka atau menggunakan alat.
"Orang tua hendaknya luangkan waktu untuk anak, batasi penggunaan internet di rumah dan sibukkan waktu kegiatan anak," ajak Novan.
Pada seminar yang dimoderatori oleh Kartika, penyiar radio TOP FM itu, Novan juga menyarankan agar orang tua mengajak anaknya untuk dapat bersosialisasi dengan lingkungan dan teman sebayanya.
Pada akhir paparannya Novan menegaskan pentingnya memberikan kesempatan pada anak untuk tumbuh dan berkembang sesiau dengan tahapan tumbuh kembangnya, menghindari upaya 'mengarbit' kemampuan anak.
Kegiatan Seminar Parenting dihadiri pula pejabat tingkat Muspika Paguyangan. Ketua Panitia Seminar, H Faqihudin Nur sebelumnya menyatakan tujuan seminar diantaranya untuk mengajak para orang tua lebih mengerti bagaimana memberikan pendidikan pada akan di era milenial ini.