PanturaNews (Kendal) - Kementerian Pariwisata (Kemenpar) RI bekerjasama dengan Dinas…" /> PanturaNews (Kendal) - Kementerian Pariwisata (Kemenpar) RI bekerjasama dengan Dinas…" />
Jumat, 21/09/2018, 21:04:56
Kemenpar-Disporapar Talk Show Gerakan Sadar Wisata
-LAPORAN ADANG PURNOMO

Sekretaris Dinas Porapar Kendal, Indar Suci Mulyani SPd, saat memberikan sambutan penutupan acara talk show.
( Foto : Adang Purnomo)

PanturaNews (Kendal) - Kementerian Pariwisata (Kemenpar) RI bekerjasama dengan Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Kendal Jawa Tengah, menggelar talk show yang bertemakan gerakan sadar wisata dan sapta pesona destinasi wisata Kabupaten Kendal, Jum'at 21 September 2018, di Loka Wisata Tirto Arum Kendal.

Hadir sebagai nara sumber Drs. H. Mujib Rakhmat dari Komisi X DPR RI dan Joko Paryanto dari Kemenpar RI.
Talk show diikuti oleh beberapa kelompok sadar wisata (Pokdarwis), perwakilan organisasi pemuda dan perwakilan pelaku wisata.

Kegiatan talk show dibuka secara resmi oleh Sekdin Porapar Indar Suci Mulyani, SPd, mewakili Kepala Disporapar yang berhalangan hadir.

Dalam sambutannya, Sekdin Porapar menyampaikan tentang potensi pariwisata yang luar biasa namun belum tergarap secara baik dan profesional.

"Dalam program sadar wisata dan sapta pesona, disporapar telah melakukan sosialisasi dan pelatihan pariwisata di beberapa desa yang ada di Kabupaten Kendal. Pada tahun 2017 yang lal, ada 15 kolompok sadar wisata ( Pokdarwis) dan hingga bulan September 2018 telah berkembang menjadi 33 pokdarwis, kami targetkan pada tahun 2018 bisa bisa terbentuk 100 pokdarwis ", papar Indar Suci.

Terkait dengan pengembangan destinasi wisata di Kabupaten Kendal, Indar Suci menyampaikan bahwa destinasi wisata yang ada saat ini, lebih banyak dikelola oleh pihak swasta. Untuk itu dia sangat mengharapkan adanya loka wisata yang dikelola oleh pemerintah dalam hal ini Disporapar.

Sementara itu, Drs H. Mujib Rakhmat dari Komisi X DPR RI, menyampaikan pentingya Gerakan Sadar Wisata. Bidang pariwisata merupakan penyumbang devisa terbesar ke-2 pada negara setelah minyak bumi.

"Namun minyak bumi pasti akan semakin berkurang dan habis, jika terus menerus dieksploitasi. Berbeda sekali dengan destinasi wisata, jika dieksploatasi dan dikelola dengan baik maka akan terus bertambah dan berkembang ", tandas Mujib.

Potensi wisata di Indonesia sangat beragam dengan segala kelebihannya yang meliputi sumber daya alam, ragam bahasa, budaya, suku bangsa dan lain-lain, yang tidak akan habis untuk digali.

Seperti halnya di Kabupaten Kendal, bentangan pantai dari barat hingga timur, yang mencapai 42 km merupakan potensi wisata bahari yang sangat besar dan jajaran pegunungan di wilayah bagian selatan juga menyimpan eksotika agro wisata.

Sangat disayangkan jika potensi tersebut tidak mendapatkan perhatian yang paripurna. Butuh sentuhan untuk menjadikannya sebagai tujuan wisata.

Joko Paryanto dari Kemenpar, dalam penyampaian materinya mengatakan bahwa berkembangnya pariwisata harus dilakukan secara lintas sektoral.

"Jika hanya bertumpu pada dinas pariwisata maka pasti akan tersendat karena akan menghadapi banyak sekali kendala. Semua pihak yang berkompeten, harus bekerjasama agar industri pariwisata bisa berkembang dengan pesat ", kata Joko.


 
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita