Egy Maulana Vikri
PanturaNews (Brebes) - Teka-teki kemana Egy Maulana Vikri akan berlabuh, akhirnya terjawab sudah. Egy Maulana Vikri, pemain sepak bola bertalenta kelahiran Medan 7 Juli 2000 ini, akhirnya memilih berkarier di salah satu klub Eropa, yakni Lechia Gdansk.
Salah satu pemain andalan Timnas Indonesia U-19 yang kemudian bergabung dengan Timnas Indonesia U23, karena kemampuannya yang dinilai diatas rata-rata pemain seusinya ini, resmi dikontrak bersama klub asal Polandia tersebut.
Tidak tanggung-tanggung, pemain yang masih menempuh pendidikan di Sekolah Khusus Olahraga (SKO) Ragunan yang ada dibawah naungan Kemenpora RI ini, langsung dikontrak selama 3 tahun terhitung mulai 8 Juli 2018 (setelah Egy berumur 18 tahun-red).
Bahkan, Egy yang dijuluki Messi-nya Indonesia oleh pelatih Espanyol ini, mendapatkan keistimewaan dengan mengenakan nomor punggung 10. Egy juga menjadi satu-satunya pemain Indonesia yang bermain bersama klub di kasta tertinggi kompetisi Eropa.
Pelatih bersama jajarannya di SKO Ragunan yang menangani Egy, turut senang dan bangga, lantaran salah satu anak didiknya itu bisa meraih mimpinya berkarier di klub Eropa.
“Iya saya tentu bersama jajaran tim pelatih SKO Ragunan, sangat senang dan merasa bangga dengan Egy. Karena bagaimanapun juga, Egy adalah pemain asal SKO Ragunan,” ujar pelatih SKO Ragunan, Bambang Warsito saat dihubungi, Rabu 14 Maret 2018.
Pelatih yang biasa disapa Pak Ito ini, berharap kepada Egy, semoga sukses dan bisa dapat tempat inti bersama klub Lechia Gdansk asal Polandia tersebut. Disisi lain, mampu menjadi awal dari terbukanya pintu bagi generasi sepakbola Indonesia yang dapat berkancah di klub Eropa.
Dengan kesuksesan Egy berkarier di klub Eropa itu, lanjut dia, tentu membawa nama baik SKO Ragunan dan Indonesia khususnya.
“Saya juga berharap kepada Egy semoga bisa kuat mental untuk bersaing dengan pemain di Eropa, mengingat tantangannya bertambah berat,” pesan pelatih yang menangani Persab Brebes dan membawanya juara Piala Soeratin 2016 ini.
Sebagai catatan, pelatih SKO Ragunan, Bambang Warsito merupakan sosok pelatih yang menangani Egy Maulana Vikri selama 4 tahun karirnya di SKO Ragunan. Yakni mulai dari kelas 3 SMP. Dimana, dia mulai membimbing Egy, saat usianya paling muda diantara 24 pemain SKO Ragunan lainnya.
Pertama kali Egy diturunkan oleh Bambang Warsito, saat ajang Subroto Cup 2014. Selepas itu, Egy mulai menonjol saat melawan Fluminense, salah satu klub asal Brazil.
Kemudian, kata Bambang Warsito, pada 2015 Egy diikutsertakan ajang Liga Kompas U-14 guna meningkatkan dan memberikan pengalaman bermaib se usianya. Selanjutnya, di Liga Kompas U-14 itu, Egy terpilih mengikuti Gothia Cup di Swedia dan disana Egy mulai berkembang dan percaya diri melawan tim dari negara lain.
Selain itu, pada 2015, ASIOP bekerja sama dengan Asdep Sentra Kemenpora, meminjamkan Egy pada Gothia Cup 2015. Egy turut andil dalam menghantarkan ASIOP juara di U-15 Gothia Cup 2015. Bahkan, di ajang itu, Egy terpilih menjadi MPV di Gothia cup.
Kemudian, pada 2016, Bambang Warsito memasukan Egy mengikuti fase final Piala Suratin U-17 bersama tim Persab Brebes, dan mengantarkannya juara serta terpilih menjadi top skor dan pemain terbaik.
Selepas berhasil membawa Persab Brebes juara Piala Soeratin 2016, selanjutnya Egy masuk ke daftar pemain Timnas Indonesia U-19 dan U-23, karena kemampuanya yang terbilang mumpuni.
Impian Egy yang ingin bermain di klub Eropa-pun akhirnya terwujud, dan akan segera pulang ke tanah air dalam waktu dekat untuk kembali berlatih di SKO Ragunan dan Timnas Indonesia U-23.