Kamis, 19/08/2010, 15:44:00
Marak Daging Mengandung Embrio Cacing Hati
JAY-Riyanto Jayeng

Ilustrasi

PanturaNews (Tegal) - Embrio cacing hati yang kerap menempel pada daging sapi, kini banyak ditemukan di pusat penjulan daging sapi di pasar. Selain itu juga ditemukan sejumlah daging sapi maupun daging ayam yang sudah tidak layak konsumsi.

Fakta itu terkuak saat Dinas Pertanian dan Kelautan (Distanlat) Kota Tegal, Jawa Tengah, mengelar Inspeksi mendadak (sidak) ke salah satu kios penjualan daging di Pasar Pagi Kota Tegal, Rabu 18 Agustus 2010.

Dalam sidak itu ditemukan sejumlah daging sapi yang dijual mengandung unsur cacing hati pada bagian hati sapi. Selain itu juga ditemukan sejumlah daging sapi maupun daging ayam yang sudah tidak layak konsumsi, namun masih tetap diperjualbelikan.

Salah seorang tim monitoring dalam sidak tersebut yakni, Drh Sri Kristyani mengatakan sidak yang dilakukan untuk mengumpulkan sampel dari penjual daging ayam dan sapi. Dari pengambilan sampel ini ditemukan daging ayam yang tidak layak untuk dikonsumsi, karena sudah berubah warna. Daging ayam tidak layak konsumsi itu ditemukan di kios milik Nuriyah. Berdasarkan pengakuan Nuriyah, daging ayam yang dijualnya merupakan hasil pemotongan sehari sebelumnya.

Sementara terkait dengan embrio cacing hati yang ditemukannya, Sri Kristyani mengatakan, embrio Cacing Hati yang ditemukannya masih merupakan embrio fase awal dan belum ada larva cacingnya. Namun demikian, hati sapi tersebut masih layak dikonsumsi dengan cara dibersihkan terlebih dahulu.

Sri menegaskan, sampel-sampel daging yang diambil dari para pedagang itu akan dites formalin dengan menggunakan formatex. Selain itu sampel juga diuji tingkat keasamannya atau PH.  Ditambahkan, tingkat PH yang masih diperbolehkan yakni 5,3, tetapi jika dibawah angka tersebut sudah tidak layak konsumsi.

Sementara Kasi kesehatan hewan dan kesehatan masyarakat veteriner Distanlat Kota Tegal, Sukirno mengatakan sidak monitoring peredaran penjualan daging dilakukan secara rutin. Namun pada bulan Ramadhan hingga menjelang Lebaran mendatang, pemeriksaan lebih ditingkatkan. Menurutnya, dihari biasa pemeriksaan dilakukan seminggu sekali tetapi untuk kali ini dilaksanakan seminggu dua kali.


 
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita