Rabu, 11/08/2010, 16:02:00
Keutamaan Ramadhan, Bulan Penuh Rahmat dan Ampunan
ZM-Zaenal Muttaqin

Jamaah Masjid Al Husna tekun menyimak ceramah Kuliah Shubuh Ramadhan. (FT: Zaenal Muttaqin)

Bulan Ramadhan yang penuh rahmat dan berkah telah hadir di tengah-tengah kita. Ramadhan adalah bulan yang penuh keutamaan yang tanda-tandanya cukup jelas. Demikian disampaikan oleh Ustadz Abu Aliya pada kesempatan Kuliah Shubuh Ramadhan di Masjid Al Husna Desa Manggis, Kecamatan Sirampog, Brebes Jawa Tengah, Rabu 11 Agustus 2010 pagi.

"Keutamaan itu bisa dilihat dari pertama kali diturunkannya Alquran pada bulan Ramadhan," ucapnya yang didengarkan sekitar 100 jamaah masjid pada pagi itu.

Dia menjelaskan, Ramadhan merupakan bulan dimana diturunkan Alquran untuk menjadi petunjuk bagi manusia, dan pembeda dari yang benar dan batil. Untuk itulah Allah mewajibkan kaum muslimin memanfaatkan bulan ini dengan sebaik-baiknya dengan melaksanakan puasa, sebagai realisasi rasa syukur kita kepada Allah atas nikmat bulan Ramadhan. "Barangsiapa menemukan bulan Ramadhan maka berpuasalah," ujar Abu Aliya mengutip ayat Alquran surat Albaqoroh ayat 185.

Diterangkan, Ramadhan merupakan bulan puasa, bulan mendirikan sholat, bulan memperbanyak membaca Alquran, bulan yang penuh rahmat, ampunan dan pembebasan dari api neraka, bulan dimana segala amal kebajikan dilipatgandakan dan amal keburukan dan maksiat dimaafkan, bulan segala do'a dikabulkan, dan derajatnya ditinggikan. Allah mewajibkan puasa ini agar kita bisa bertaqwa dengan sesungguhnya.

“Dalam Alquran surat Albaqoroh ayat 183 Allah juga menyebutkan, wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atasmu melaksanakan puasa sebagaimana yang diwajibkan atas kaum sebelummu, agar kamu bertaqwa," kata Abu Aliya yang juga pembina di pengurus Masjid Al Husna itu.

Lebih lanjut, Abu Aliya mengatakan, bahwa taqwa adalah buah yang diharapkan mampu di hasilkan oleh puasa. Buah tersebut akan menjadi bekal orang beriman dan perisai baginya agar tidak terjatuh dalam jurang kemaksyiatan. Dengan bertaqwa, manusia bisa terlindungi dari perbuatan yang tercela, dalam hatinya diliputi rasa takut kepada Allah sehingga menyebabkannya senantiasa terjaga di malam hari untuk beribadah, lebih suka menahan kesusahan dari pada mencari hiburan, rela merasakan lapar dan haus, merasa dekat dengan ajal sehingga mendorongnya untuk memperbanyak amal kebajikan. "Taqwa merupakan kombinasi kebijakan dan pengetahuan, serta gabungan antara perkataan dan perbuatan," tandasnya.

Dikatakan pula, keutamaan bulan Ramadhan adalah seperti yang dijelaskan dalam hadits Rasulullah, bahwa ketika datang malam pertama dari bulan Ramadhan seluruh syaithan dibelenggu, dan seluruh jin diikat. Semua pintu-pintu neraka ditutup, tidak ada satu pintu pun yang terbuka. Semua pintu sorga ibuka hingga tidak ada satupun pintu yang tertutup.

"Ini sekaligus penggugah hamba beriman bahwa tidak ada alasan lagi untuk meninggalkan ibadah dan taat kepada Allah ataupun melakukan maksiat karena sumber utama penyebab kemaksiatan, yaitu syetan telah dibelenggu," tegas Abu Aliya.


 
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita