Selasa, 10/08/2010, 13:49:00
Kiprahnya di Bidang Sosial, Mengantarkan Yuni ke Kursi Wakil Bupati
JAY-Riyanto Jayeng

Hj Yuni Satia Rahayu SS,Mhum (tengah) diapit Walikota Tegal, H Ikmal Jaya (kiri) yang turut hadir pada pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Sleman dan suami Yni, M Yamin (kanan) foto bersama di halaman rumahnya di Perum Batan, Pugeran, Depok, Kabupaten Sleman. (FT: SL Gaharu)

Tak banyak warga Kabupaten Sleman yang tahu siapa wanita cantik, cerdas dan pintar yang kini menduduki posisi Wakil Bupati Sleman. Akan tetapi bagi sebagian masyarakat, khususnya yang sering terjun di bidang pergerakan kaum perempuan, nama Hj Yuni Satia Rahayu SS,Mhum pastilah tidak asing.  Apalagi, wanita yang dikarunia dua anak hasil perkawinannya dengan M Yamin ini, sangat piawai dalam kiprahnya di kancah politik tingkat Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Yuni yang akrab disapa Neny itu, sejak tahun 2005 hingga 2010 menjabat sebagai Wakil Ketua bidang Penelitian dan Pengembangan DPD PDI Perjuangan Yogyakarta. Di bidang pergerakan sosial dan wanita, Neny menduduki posisi Direktur Eksekutif LSM Rumpun Tjoet Njak Dien hingga sekarang.

Dengan modal kecerdasan formal hingga menempuh S3 di Universiti Kebangsaan Malaysia, serta kiprahnya di kancah politik dan LSM, mengantar Neny berhasil menduduki kursi Wakil Bupati Sleman mendampingi H Sri Purnomo sebagai Bupatinya untuk periode 2010-2015.

Sebagai aktivis, ia sering bertemu dengan masyarakat dan menangkap apa yang sebenarnya menjadi keinginan masyarakat. Pengalaman berkiprah di LSM maupun Partai Politik itu akan dijadikan modal awal bagi Neny dalam melayani masyarakat Sleman. Walaupun dirinya menjadi Wakil Bupati dengan latar belakang partai politik, namun ia bertekad bekerja dengan dasar ikhlas dan penuh profesionalisme.

Motivasi Neny menjadi Wakil Bupati dikarenakan ingin lebih bisa berkiprah secara meluas selain kiprahnya di LSM dan parpol. Ada keinginan yang lebih mulia, yakni dengan menjadi Wakil Bupati, dirinya ingin memajukan Kabupaten Sleman menjadi lebih baik lagi dari sebelumnya.

Baginya, salah satu keunggulan dan potensi yang dimiliki Kabupaten Sleman, adalah keberadaan berbagai universitas ternama dari yang negeri maupun swasta. Berangkat dari situ, Neny berkesimpulan bahwa Kabupaten Sleman adalah gudangnya orang-orang pintar. Sehingga yang diperlukan hanyalah bagaimana cara menjalin kerjasama dengan pihak universitas untuk mengembangkan dan memberdayakan potensi lain yang ada Kabupaten Sleman.

“Diharapkan institusi perguruan tinggi yang ada di wilayah Kabupaten Sleman dapat memberikan kontribusi yang tinggi dan maksimal terhadap pembangunan masyarakat dan wajah Kabupetn Sleman,” jelas Yuni.

Poin pertama yang akan dilakukan setelah dirinya dilantik menjadi Wakil Bupati Sleman, adalah  memberdayakan pasar tradisional. Baginya pasar tradisional harus diupayakan bisa dipertahankan keberadaannya. Sebab pasar tradisional sangat strategis dalam peranannya memainkan pembangunan ekonomi masyarakat. Dirinya akan memberikan perlindungan terhadap pasar tradisional dari permainan harga dan persaingan dengan pasar modern.

Poin utama kedua adalah pendidikan dasar terutama kepada anak usia dini. “Ke depan saya akan menggagas ‘kota layak anak’ kaitannya dengan pendidikan di Kabupaten Sleman,” ujarnya.

Dengan program ‘kota layak anak’ maka akan banyak public space yang  bisa memenuhi kebutuhan anak untuk bermain. Sedangkan poin utama ketiga, adalah  upaya pengelolaan sumber daya air. Mengingat Kabupaten Sleman adalah wilayah basis air tanah yang kondisinya masih terjaga.


 
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita