Jumat, 06/08/2010, 14:08:00
Tabrak Rambu Situs Sejarah, Penataan Kawasan Stasiun KA Disoal
JAY-Riyanto Jayeng

Kepala Daop IV Semarang, Septa Teramadin (kiri) dan Abdullah Sungkar ST SE (kanan)

PanturaNews (Tegal) - Penataan kawasan Stasiun Kereta Api (KA) Kota Tegal, Jawa Tengah, dengan merubah rute serta ruas Jalan Kolonel Sudiarto dinilai menabrak rambu situs sejarah. Pernyataan itu disampaikan Anggota Komisi III DPRD Kota Tegal dari Fraksi PAN Peduli Rakyat, Abdullah Sungkar ST SE, Jumat 06 Agustus 2010.

Menurut Sungkar, barang-barang bersejarah atau yang memiliki nilai sejarah tidaklah hanya berujud bangunan, akan tetapi badan jalan utama yang merupakan akses lalu lintas juga masuk katagori situs sejarah.

Sungkar menyayangkan tindakan PT KAI yang spontan merombak halaman depan Stasiun Tegal, dengan merubah rute serta ruas jalan yang melintas dari arah Utara-Selatan atau sebaliknya.

“Semestinya PT KAI tidak begitu saja melakukan penataan tanpa mengkoordinasikan terlebih dahulu dengan Pemkot Tegal, yang meliputi berbagai unsur pemerintahan dan berembug dengan komponen masyarakat yang nantinya bakal menjadi obyek penderita. Setidaknya ada pemberitahuan dan pembahasan seputar itu di tingkat DPRD,” ujar Sungkar.

Menanggapi pernyataan itu, Kepala Daerah Operasi (Daop) IV Semarang, Septa Teramadin mengatakan, kaitan program penataan kawasan Stasiun KA Tegal yang merombak total akses lalulintas, sudah dikoordinasikan dengan Pemkot Tegal sejak awal tahun 2010 lalu.

“Lho, program penataan kawasan stasiun itu kan sudah pernah disampaikan ke pemkot sejak awal tahun 2010. Diakui, kami memang belum pernah membahas atau membicarakanya dengan DPRD,” ujarnya.

Ditambahkan, untuk persoalan tanaman pohon peneduh yang ditebang akibat penataan kawasan stasiun, pihaknya bersedia melakukan penanaman kembali pada titik-titik yang strategis. “Pada prinsipnya kami menerima dan bangga, dengan ajakan kerjasama untuk penanaman pohon peneduh. Bahkan dulu kami pernah membantu memberikan bibit tanaman untuk Pemkot Tegal,” tandasnya.


 
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita