Anggota Komisi VII DPR RI dari Fraksi PDI Pejuangan, Dewi Aryani Hilman berdialog dengan kader PDIP saat reses di DPC PDI Perjuangan Kota Tegal, Minggu 27 Juni 2010. (FT: Dok/Yerry Novel)
PanturaNews (Bumiayu) - Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), dianggap kurang perhatian bahkan terkesan tidak ada upaya pembelaan terhadap Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Brebes, H Indra Kusuma SSos yang kini sedang tersangkut masalah hukum dan menjadi tahanan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Hal itu mengemuka saat Anggota Komisi VII DPR RI dari Fraksi PDI Pejuangan, Dewi Aryani Hilman SSos MSi berkunjung dan berdialog dengan kader PDI Perjuangan di Desa Negaradaha, Kecamatan Bumiayu, Brebes Jateng, Senin 28 Juni 2010 malam.
"Kader terbaik PDI Perjuangan Brebes yang juga Bupati Brebes, Indra Kusuma kini sedang menghadapi masalah hukum, tetapi sepertinya DPP hanya diam dan tidak melakukan upaya pembelaan," tandas Sekretaris PAC PDI Perjuangan Kecamatan Bumiayu, Kusnadi dihadapan Dewi Aryani saat reses.
Menurut Kusnadi, Indra merupakan kader terbaik dan telah mampu membangun PDI Perjuangan di Brebes hingga menjadi partai terbesar di Jawa Tengah. Tersangkutnya Indra dengan hukum karena kasus markup pengadaan tanah, sebenarnya juga upaya pembendungan terhadap kemajuan dan kebesaran PDIP Brebes. "Pak Indra itu sosok yang terbaik dan mampu membangun PDIP Brebes, sulit dibayangkan bagaimana PDIP Brebes kedepan tanpa Pak Indra. Maka sudah semestinya DPP memberikan perhatian dan pembelaan terhadapnya," paparnya.
Menanggapi pertanyaan itu, Dewi Aryani mengatakan bahwa persoalan yang kini dihadapi oleh Ketua PAC PDIP Brebes, harus tetap dikembalikan pada proses hukum. Meski PDI Perjuangan partai yang besar, tidak mungkin melakukan campur tangan terhadap jalannya proses hukum. "Seperti yang pernah disampaikan Ibu Mega, bahwa siapa saja kader yang tersangkut dengan masalah hokum, tetap harus diserahkan pada proses hukum," katanya.
Namun begitu, lanjutnya, DPP PDI Perjuangan tetap akan memberikan dukungan moril pada Ketua DPC PDIP Brebes. Dukungan moril itu dilakukan agar yang bersangkutan bisa menjalani proses hukum dengan baik dan cepat. "Saya sendiri sering datang menjenguk beliau untuk memberikan dukungan moril," ujar Dewi.
Dikatakan, semua kader dan simpatisan PDI Perjuangan Brebes juga harus memberikan dukungan moril, serta mendoakan agar proses hukum bisa berjalan dengan baik dan cepat. Diharapakan jika secara hukum salah, agar dihukum seringan-ringannya dan jika tidak bersalah agar segera dibebaskan. "Kita juga harus doakan beliau, semoga kalau salah hukumannya ringan dan jika benar bisa cepat bebas," ucap Dewi.
Lebih lanjut Dewi menyampaikan, agar semua pengurus partai PDIP di Brebes dan para kader serta simpatisan untuk tetap solid dan menjaga kondusivitas partai. Dukungan juga harus diberikan terhadap Indra Kusuma, sebagai Ketua DPC PDIP Brebes dan jangan sampai dikacaukan oleh pihak-pihak yang tak bertanggungjawab. "Kita semua harus tetap solid dukung Pak Indra sebagai ketua DPC, jangan mau dikacaukan oleh orang lain," tegasnya.
Pada acara yang di gelar di depan rumah Kepala Desa Negeradaha itu, Dewi juga menyerahkan biasiswa untuk anak-anak sekolah. Acara yang berlangsung hingga pukul 23.30, dihadiri tamu undangan yang terdiri para kader dan simpatisan PDI Perjuangan di Bumiayu dan sekitarnya.