Ilustrasi
PanturaNews (Pekalongan) - Merasa tertinggal dalam perolehan suara, ratusan pendukung pasangan Calon Walikota (Cawalkot) dan Calon Wakil Walikota (Cawawalkot) Nomor 2, H Abu Al Mafachir dan Masrof (Almas) menggeruduk KPUD Kota Pekalongan, Kamis 17 Juni 2010 siang. Mereka menuntut agar penghitungan perolehan suara (quicon) dihentikan, karena dinilai banyak kecurangan seperti pemalsuan kartu Daftar Pemilih Tetap (DPT), maupun maraknya money politik.
Dengan berteriak-teriak, mereka mendatangi Kantor Kecamatan Pekalongan Selatan yang juga sebagai Kantor Panitia Pemungutan Suara (PPK). Mereka meminta petugas KPPK dan KPU segera menghentikan penghitungan suara dan meminta maaf kepada masyarakat atas terjadinya kecurangan dalam Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pemilukada) Kota Pekalongan Tahun 2010.
Kemudian massa menuju ke Kantor Kecamatan Pekalongan Utara untuk melakukan hal yang sama, dilanjutkan ke Kantor Kecamatan Pekalongan Timur. Sebab ketiga kecamatan itu dinilai banyak terjadi kecurangan-kecurangan dalam pemilukada di kota tersebut. "Kami minta temuan-temuan itu harus diproses secara hokum, dan KPPK serta KPUD minta maaf atas penyelenggaraan Pemilukada yang tidak baik," pinta Pembina Koalisi Parpol dukungan Almas, Ribut Kalimantoro.
Tak hanya ke kantor ke penyelenggara Pemilukada, mereka juga mendatangi Panitia Pengawas (Panwas) untuk melaporkan temuan-temuan dalam Pemilukada, dan mereka meminta supaya Panwas segera menindak lanjuti temuan tersebut. Lembaga pengawas ini dinilai kurang tanggap terhadap temuan yang nyata-nyata telah dilaporkan ke meja tugasnya. "Kami minta Panwas jangan memihak, jika ada laporan segera ditindaklanjuti," tandas Ribut
Sementara Calon Walikota, Basyir Ahmad yang saat ini memperoleh suara terbanyak, hanya diam dan tidak akan melakukan aksi tandingan terhadap masa yang protes terhadap hasil pemilukada. Pasalnya, Pemilukada Kota Pekalongan dinilai telah berlangsung baik dan sesuai denngan prosedur. "Kami tidak akan melakukan tandingan, biarlah aparat keamanan yang mengatasi, saya kira mereka (Aparat keamanan-red) sudah cukup kuat," katanya.
Basyir menyayangkan adanya tindakan penculikan yang dilakukan terhadap 6 orang warga pendukung oleh massa pendukung calon lain. Hal itu dinilai tidak etis, karena sudah melampaui kewenangan petugas maupun Panwas. Pihaknya akan melakukan langkah hukum untuk mengusut tindakan oknum masyarakat tersebut. "Kami tetap akan melakukan proses hukum, karena perbuatan itu sudah keterlaluan, saya sudah menyiapkan tim pengacara," lanjut Basyir.
Situasi politik di Kota Pekalongan masih cukup kondusif, kendati terjadi aksi massa yang menuntut agar Pemilukada diulang. Aparat keamanan masih terus dikerahkan di sejumlah titik, untuk mengantisipasi terjadinya aksi susulan.