Anggota KOmisi I DPRD Kota Tegal dari fraksi PAN Peduli Rakyat, H Harun Abdimanaf SH.
PanturaNews (Tegal) - Puluhan guru baru yang diterima dalam penjaringan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) formasi tahun 2009 di Kota Tegal, Jawa Tengah, mengeluhkan sikap pemerintah yang menempatkannya secara acak alias tidak ditempatkan sesuai bidang pendidikan dan kebutuhan.
Demikian disampaikan Kepala Bidang Pendidikan Menengah dan Kejuruan Dinas Pendidikan Kota Tegal, Sipon Junaedi dalam rapat kerja dengan Komisi I DPRD Kota Tegal, Kamis 17 Juni 2010.
“Sejumlah guru, khususnya yang diterima menjadi CPNS guru untuk SMA dan SMK mengeluhkan penempatan yang dinilai acak. Kebanyakan dari mereka ditempatkan bukan sebagai guru pengajar, tapi hanya sebagai penjaga perpustakaan. Mereka mengeluh, sebab tempat kerjanya sangat tidak sesuai dengan bidang keilmuan yang dipelajari, itu jelas sangat merugikan mereka,” kata Sipon.
Menanggapi hal itu, anggota Komisi I DPRD Kota Tegal dari Fraksi PAN Peduli Rakyat, H Harun Abdimanaf SH sangat menyayangkan kejadian itu. Dirinya meminta kepada Badan Kepegawaian Daerah (BKD) untuk lebih jeli dan selektif dalam menentukan formasi pendidikan pada lowongan CPNS tahun mendatang.
“Wah kasihan juga ya, sudah diterima menjadi CPNS tapi penempatan bidang kerjanya tidak sesuai kapasitas ilmu yang dimilikinya. Ini akan menjadi persoalan baru di masa mendatang. Kami minta kepada BKD agar benar-benar jeli dalam menentukan formasi tenaga pendidikan dan guru, sehingga kejadian semacam ini tidak terulang di tahun berikutnya,” tandas Harun.
Harun menambahkan, hendaknya dalam menentukan formasi guru dan tenaga pendidikan, BKD pro aktif mengkoordinasikan dengan Dinas Pendidikan, sebab dalam hal ini Dinas Pendidikan-lah yang lebih mengetahui jumlah kebutuhan guru dan tenaga pendidik.