Wakil Ketua Komisi II DPR RI, Ir Teguh Juwarno Msi dalam acara ‘Lek-lekan budaya bersama Teguh Juwarno di lesehan Mangga Dua, belakang Kantor Dolog, Kota Tegal, Kamis (17/12) malam mulai pukul 21.00 hingga dini hari. (FT: Johari)
PanturaNews (Tegal) – Wakil Ketua Komisi II DPR RI, Ir Teguh Juwarno Msi bingung mencari ikon Kota Tegal. Untuk itu komunitas seniman sepakat untuk mencari ikon Kota Tegal yang sebenarnya. Untuk mencari ikon yang sebenarnya itu, dalam waktu dekat TJ sapaan akrab Teguh Juwarno akan menggelar workshop, dengan mengundang semua elemen masyarakat, baik seniman, pengrajin maupun pemerintah untuk menyepakati ikon Kota Tegal. Hal itu disampaikan TJ dalam acara ‘Lek-lekan budaya bersama Teguh Juwarno’ di lesehan Mangga Dua, belakang Kantor Dolog, Kota Tegal, Kamis (17/12) malam, mulai pukul 21.00 hingga dini hari.
Acara lek-lekan yang digawangi Dewan Kesenian Kota (DKT) Tegal, dan diiringi musik KMSWT yang dipimpin Nurngudiono nampak gayeng. Sebelum seniman berdialog dengan TJ, beberapa orang seniman, seperti Dwi Eri Santoso, M Enthieh Mudakir dan Diah Setyowati membacakan puisi-puisinya. Meski santai dan penuh canda namun serius, sehingga dialog mengalir bagaikan air, mulai dari politik, seni budaya dan persoalan lain yang ada di Kota Tegal, semunya ludes dibahas dalam acara itu. “Saya sendiri bingung ketika mencari oleh-oleh atau cindera mata dari Kota Tegal,” kata TJ.
Ditambahkan, tiap kali melakukan perjalanan dari Jakarta-Tegal, menurutnya tidak ada bangunan yang khas. “Bangunannya sama saja dengan daerah atau kota-kota lain, ada mall, ruko dan lain-lain,” imbuh TJ.
Sebelum acara ditutup, seniman ulung Kota Tegal, Yono Daryono mengatakan untuk mencari ikon baik ikon sejarah maupun budaya diperlukan kesalihan sosial. “Karena Kota Tegal jauh dari keraton, sehingga kesenian yang ada ya kesenian modern, beda dengan Solo atau Jogja,” ungkap Yono.