Mata kiri Dini Fitrotul Hikmah (3), warga Jalan Brawijaya Nomor 140 RT 03 RW 02 Kelurahan Muarareja, Kecamatan Tegal Barat, Kota Tegal semakin membesar karena penyakit tomor. (FT: Yerry Novel)
PanturaNews (Tegal) – Sungguh malang nasib balita bernama Dini Fitrotul Hikmah, warga Jalan Brawijaya Nomor 140 RT 03 RW 02 Kelurahan Muarareja, Kecamatan Tegal Barat, Kota Tegal, Jawa Tengah. Pasalnya, Dini yang baru berusia 3 tahun, hanya bisa melihat dengan satu mata. Bola mata sebelah kiri, terserang tumor ganas yang setiap hari terus membesar.
Anak pasangan Warno (28) dan Ekawati (25) itu, kini sedang dalam kesulitan biaya penyembuhan tumor anak pertamanya. Tumor yang direita Dini, mulai nampak sejak enam bulan terakhir.
“Awalnya sudah berobat di RS William Semarang, dan sudah sembuh. Namun setelah satu bulan berikutnya, tumor itu timbul lagi tepat di bola mata kirinya. Dan kami membawanya lagi ke RS tersebut, tapi katanya itu tidak apa-apa. Tidak ada pengaruhnya,” tutur adik Ekawati, Kurniasih (23).
Meski begitu, lanjut Kurniasih, keluarganya tidak percaya begitu saja yang dikatakan dokter di RS William. Lantas sepulangnya dari Semarang, Dini diperiksakan lagi ke RS Mitra Keluarga di Jalan Sipelem Kota Tegal, untuk mencari kebenaran diagnosa dokter yang ada di RS William.
“Sampai di Tegal, kami langsung membawa Dini ke RS Mitra Keluarga untuk chek up. Ternyata diagnosa dolter RS William itu salah. Dini didapati masih mengidap tumor ganas yang harus dioperasi secepatnya. Karena kalau tidak, matanya akan bertambah besar,” keluh Kurniasih.
Namun karena terbentur biaya, sekarang Dini dibawa orang tuanya ke Banten untuk dilakukan pengobatan alternatif. Hingga kini Dini dan ibunya masih berada di Banten.
“Dini dibawa ibunya ke Banten untuk menjalani pengobatan alternatif. Ayah Dini sedang berlayar, pulangnya mungkin sekitar dua tahun lagi,” tutur Asih prihatin.
Sejauh ini belum ada bantuan yang masuk, khususnya dari pemerintah. Untuk itu, pihaknya berharap sekali adanya bantuan untuk pengobatan Dini dari para dermawan. “Kami berharap agar pemerintah bisa membantu kesulitan kami. Kami butuh biaya pengobatan Dini,” pinta Asih.