Kapolres Tegal Kota, AKBP Semmy R Thabaa (jongkok kanan) tanam pohon gaharu di Mapolres (Foto: Johari)
PanturaNews (Tegal) - Meski di halaman Mapolres Tegal Kota, Jawa Tangah, telah ditanami pepohonan, seperti mohon mangga dan tanaman hias lainnya. Namun Kapolres Tegal Kota, AKBP Semmy Ronny Thabaa SE, merasa kurang puas jika masih ada lahan kosong tanpa tumbuhan.
Hal itu dibuktikan, Kamis 13 April 2017 lalu, AKBP Semmy Ronny Thabaa menanam Pohon Gaharu (agarwood) di sela-sela tanaman hias lainnya.
Menurutnya, menanam pohon itu sangat penting baik untuk keindahan juga untuk mengurangi pemanasan global atau global warming. Dengan banyaknya tanaman, halaman nampak cantik dan asri. Sehingga masyarakat yang masuk ke Mapolres merasa nyaman.
“Lihat jika rumah atau kantor tanpa tananam, pasti terasa gersang dan panas. Sebaliknya jika ada tamannya, pastinya nampak sejuk dan sedap dipandang mata. Kebetulan ada lima bibit pohon gaharu, ya tanam saja,” ujar Kapolres.
Lebih lanjut kata Kapolres, kayu gaharu mempunyai nilai ekonomis karena kayu gaharu sangat langka, serta memiliki banyak manfaat diantaranya bisa dijadikan bahan parfum atau accessories. Selain itu, pohon gaharu juga bisa dijadikan sebagai obat untuk terapi penyakit. Aroma dari gubal gaharu, sering dijadikan minyak yang berfungsi untuk antidepresi dan memiliki aroma yang wangi.
“Kayu gaharu memiliki harga yang sangat fantastis, karena merupakan kayu langka dan banyak manfaat,” ungkapnya.
Kayu gaharu yang sudah tua dengan usia di atas 25 tahun, akan terinfeksi mikroba berjenis fusarium sp, sehingga akan menghasilkan gubal atau resin. Gubal inilah yang menimbulkan bau harum yang nantinya berharga jual tinggi dan sangat mahal tersebut.
Perlu diketahui, Pemkot Tegal melalui Dinas Lingkungan Hidup (KLH) pernah meluncurkan program SUSU, yakni Sa Uwit Sa Uwong atau satu pohon satu orang. Sudahkah anda menanam pohon???.