Kamis, 13/04/2017, 12:23:19
Soal Kasus LGBT, Oknum DPRD Didesak Mundur
-Laporan Takwo Heriyanto

Ilustrasi

PanturaNews (Brebes) – Oknum anggota DPRD Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, Zub, didesak mundur dari Ketua DPC PKB Brebes yang dijabatnya. Desakan agar Zub mundur dari jabatan pimpinan partai tersebut, disampaikan oleh Wakil Ketua Garda Bangsa Kabupaten Brebes, Hasyim Dwikardi, Rabu 12 April 2017.

Hasyim mengatakan, Garda Bangsa sebagai organisasi sayap dari PKB juga sepakat dengan sikap Dewan Syuro DPP PKB, KH Subkhan Ma'mun agar kasus itu segera diselesaikan secara tuntas. Bahkan, pihaknya juga akan mengirimkan surat resmi kepada DPP PKB agar segera mengambil tindakan tegas terkait masalah tersebut.

"Kami juga meminta  DPW atau DPP PKB menurunkan tim investigas tekait kasus ini. Jelas ini sudah sangat memalukan dan mencermarkan partai. Apalagi, sebentar lagi akan digelar Pemilu Legislatif. Untuk itu, kami dari Garda Bangsa mendesak agar Zub mundur dari jabatan Ketua DPC PKB Brebes," ujarnya. 

Dia mengaku merasa prihatin atas munculnya kasus tersebut, sebab dinilai sudah mencemarkan nama baik PKB di Kabupaten Brebes.

"Ya jelas, kami merasa prihatin atas munculnya kasus ini, karena sudah mencemarkan nama baik PKB Kabupaten Brebes," tuturnya.

Menyikapi hal itu, Wakil Ketua DPC PKB Brebes, Zaenal Wafa menjelaskan, pihaknya sebagai pengurus dan kader partai tetap berpegang pada azas praduga tak bersalah. Sedangkan hubungannya dengan kepengurusan menyangkut Ketua DPC, partainya mempunyai induk partai, baik di tingkat DPW dan DPP.

"Untuk itu, keputusan permasalahan ini kami serahkan ke DPW dan DPP. Insyaallah DPP atau pun DPW sudah mengetahui masalah ini. Bahkan, dimungkinkan DPP juga telah menerjunkan tim investigasi untuk persoalan ini," jelasnya.

Namun demikian, lanjut dia, atas persoalan yang sedang menimpa tersebut, pihaknya meminta para kader partai tetap tenang dan menunggu keputusan dari induk partai. "Bagi para kader kami meminta tidak menjadi gaduh, dan tetap berpegang prinsip azas praduga tak bersalah," tandanya.

Dia menambahkan, semestinya di tingkat DPC telah melaksanakan rapat internal untuk membahas persoalan tersebut. Namun, masalah yang terjadi itu menyangkut dengan Ketua DPC sehingga menjadi sebuah persoalan tersendiri.

"Kami tetap berpegangan kepada para kiai. Apalagi di sini (Brebes-red) ada Dewan Syuro. Nantikan rujukannya kepada Dewan Syuro," paparnya.


 
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita