Joko Purnomo (berbaring) warga Dukuh Gempong RT 07 RW 06, Desa Plompong, ditemukan selamat dan dirawat di RSUD Bumiayu (Foto: Zaenal Muttaqin)
PanturaNews (Brebes) - Joko Purnomo (17) warga Dukuh Gempong RT 07 RW 06, Desa Plompong, Kecamatan Sirampog, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, yang sebelumnya dilaporkan hilang karena jatuh dari jembatan dan hanyut di Sungai Keruh, ditemukan dalam keadaan selamat, Minggu 15 Januari 2017 sekira pukul 14.00 WIB.
Joko ditemukan di bawah jembatan Sungai Keruh jalan Diponegoro, Kecamatan Bumiayu, oleh Ipung Linggo (47) warga Kalker RT 01 RW 01 Desa Dukuhturi Kecamatan Bumiayu. Saat ditemukan Joko dalam kondisi lemas di bagian pinggir sungai dan mengerang kesakitan.
"Saya dengar dari anak-anak yang sedang main di sungai ada orang hanyut, setelah didekati ternyata masih sadar dan mengerang kesakitan," kata Ipung.
Waktu ditemukan Joko dalam kondisi mengenakan celana hitam anpa memakai baju. Kondisinya sangat lemah dan mengerang kesakitan, sehingga oleh warga langsung dievakuasi ke atas dan dibawa ke RSUD Bumiayu dengan mobil dari Polsek Bumiayu.
Kondisi Joko selamat dan tidak ditemukan luka lecet atau luka memar pada bagian tubuhnya. Kondisi tersebut cukup membuat warga heran dan bertanya-tanya. Sementara Joko sendiri belum dapat diajak komunikasi dan harus dilakukan perawatan secara intensif.
Kepala Desa Plompong, Fatoni yang langsung datang ke RSUD Bumiayu setelah mendapatkan kabar membenarkan korban yang ditemukan bernama Joko Purnomo yang sejak Jumat 13 Januari 2017 dilaporkan jatuh dari jembatan Plompong dan diduga hanyut.
"Ya betul itu Joko, saya kenal betul dan sering ketemu sama dia," katanya.
Perlu diketahui, sebelumnya Joko Purnomo yang masih duduk di bangku Kelas XI Madrasah Aliyah (MA) Ma'arif Plompong itu diduga jatuh di Jembatan Plompong saat mengendarai sepeda motor. Joko berangkat dari rumahnya menuju Desa Benda untuk mengambil Handphone (HP) dengan mengendarai motor Honda Blade.
Belakangan diketahui motor yang dikendarainya dalam kondisi roboh di atas jembatan Plompong yang membentang di atas Sungai Keruh, sementara Joko tidak ada di tempat. Dugaan Joko jatuh ke dasar sungai sehingga orang yang pertama mengetahui kejadian itu mencoba mencari ke bawah jembatan. Meski begitu di lokasi jembatan tidak terdapat tanda-tanda bekas sepeda motor terpeleset atau bekas darah tetasan darah.
"Kondisi motor saat ditemukan roboh di tengah jembatan dekat pagar dengan kondisi mesin mati, sementara kunci kontak masih tergantung dalam posisi 'On' dan posisi gigi netral," kata Fatoni.
Pencarian dilakukan hingga Sabtu 14 Januari 2017 sekira pukul 01.00 WIB dini hari, namun belum ditemukan. Pagi hari upaya pencarian dilanjutkan baik oleh warga maupun petugas dari SAR lokal, relawan serta personil TNI juga Polsek Sirampog. Pencarian dilakukan hingga sejauh lima kilometer dari titik diduga korban jatuh.
Setelah dua hari dilakukan pencarian tanpa hasil, akhirnya Joko ditemukan di bawah jembatan Sungai Keruh Bumiayu dan kondisi selamat. Tapi belum bisa dipastikan apakah Joko benar-benar jatuh dari jembatan dan hanyut oleh arus sungai atau tidak.
"Jatuh dan hanyut di sungai atau tidak yang tahu hanya Joko sendiri, nanti kalau sudah benar-benar pulih kesehatannya baru bisa ditanya," pungkas Fatoni.