Mantan Presiden RI ke 6, Sssilo Bambang Yudoyono (SBY) menyampaikan kuliah umum di UPB (Foto: Zaenal Muttaqin)
PanturaNews (Brebes) - Mantan Presiden Republik Indonesia ke 6, Susilo Bambang Yudoyono (SBY) mengatakan, Indonesia emas dapat terwujud pada tahun 2045 atau akhir abad 21 yang merupakan satu abad Kemerdekaan Indonesia.
Hal itu disampaikan saat memberikan kuliah umum dengan tema Peran Indonesia Abad 21 dalam Tatanan Global, di Universitas Peradaban Bumiayu (UPB) Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, Senin 26 September 2016.
"Kita dapat mewujudkan Indonesia emas di akhir abad 21 atau satu abad Indonesia merdeka dan kita harus yakin bisa," katanya.
Menjadi negara yang maju adalah cita-cita dari para pendiri bangsa. Selain itu ada amanah konstitusi yang harus dijalankan, yakni menjadi negara yang merdeka, berdaulat, adil dan makmur.
"Karena itu kalau kita yakin, maka kita bisa menjadi maju sesuai dengan keinginan dari para pendiri bangsa ini," kata SBY.
Agar dapat mencapai Indonesia emas, SBY mengajak kepada para generasi muda seperti para mahasiswa dan juga para dosen serta ilmuwan untuk selalu mengingat pada amanat dari Undang-Undang 1945 yaitu tentang tujuan nasional negara ini.
Tujuan nasional negara Indonesia adalah melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia, memajukan kesejahteraan umum dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial.
"Kita tidak boleh diam atau pasif dalam urusan tatanan global dunia, justru kita harus berperan aktif dalam masalah global," ucap SBY.
Lebih lanjut SBY menegaskan, Indonesia akan menjadi negara maju dengan adanya persatuan, pikiran cerdas dan kerja keras. Tapi dingatkan pula, bahwa negara maju itu bukan sekali jadi, melainkan harus melalui proses dan ada tahapan yang harus dilaluinya.
"Tahapannya, kita harus maju secara ekonomi di tahun 2030, menjadi bangsa yang kuat dan akan menjadi negara yang maju di akhir abad 21 nanti," terang SBY.
Indonesia akan menjadi salah satu dari 10 besar yang ekonominya kuat dengan 135 juta penduduknya kelas menengah dan pasar domestik yang lebih kuat. Selanjutnya pada tahun 2045 demokrasi akan semakin kuat, matang stabil, ekonomi yang kuat, adil dan berkelanjutan.
"Tentunya juga peradaban bangsa ini akan makin maju," tandas SBY di hadapan ratusan mahasiswa dan segenap civitas akademika UPB.
SBY juga mengingatkan, bahwa demokrasi yang maju bukan berarti kebebasan yang absolut. Kebebasan tetap ada batasnya, yakni dengan memperhatikan nilai-nilai agama ataupun norma lainnya.
"Justru kalau kebebasan itu tanpa batas maka yang terjadi adalah anarkhisme dan kekacauan," tegasnya.
Kedatangan SBY di UBP dan memberikan kuliah umum merupakan undangan dari Rektor UPB Prof DR Yahya Muhaimin. Menemani SBY, istrinya, ibu Ani Yudoyono dan hadir pada kesempatan itu, ketua Dewan Penyantun UPB Makarim Wibisono. Kapolres Brebes, AKBP Luthfi Sulistiawan dan juga pejabat Muspika Paguyangan dan lainnya.
Sebelum memberikan kuliah umum, sempat ditampilkan lagu ciptaan SBY berjudul Untuk Bumi Kita yang dinyanyikan dengan apik oleh, Dhea Cahya Maulia, siswi kelas 6 dari SD Islam Ta'alumul Buhda Bumiayu. Lagu dinyanyikan cukup apik lengkap dengan backhgroun video klipnya.