Anggota DPR RI, Muhammad Prakosa dari Dapil IX Jateng (Foto: Dok.)
PanturaNews (Brebes) - Sebagai dasar Negara, Pancasila sangatlah penting untuk diamalkan dalam kehidupan sehari-hari. Sebab, Pancasila sebagai ideologi bangsa dan dasar negara, telah ditetapkan oleh para pendiri Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sejak awal berdirinya.
Hal itu ditegaskan oleh anggota DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Muhammad Prakosa saat menggelar Seminar Demokrasi Pancasila, Sabtu 11 Juni 2016 di Kecamatan Bumiayu, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah.
"Sebagai dasar negara yang memiliki lima sila di dalamnya, Pancasila yang telah menjadi pedoman dalam mengatur sendi-sendi kehidupan berbangsa," ujarnya dalam rilisnya kemarin.
Menurut Prakosa, Pancasila tetap mengiringi setiap perjalanan hidup bangsa dan sesuai perkembangan zaman, meski ditetapkan di tahun awal pendirian negara Indonesia ini. Sila-sila yang ada dalam Pancasila merupakan sendi-sendi kehidupan yang tepat bagi perjalanan bangsa ini.
"Dengan dasar Pancasila ini bangsa Indonesia akan semakin kuat dalam menghadapi tantangan zaman," kata Prakosa yang menjadi anggota DPR RI dari Dapil IX Jawa Tengah yang meliputi, Kabupaten Brebes, Kabupaten Tegal dan Kodya Tegal.
Dikatakan, demokrasi Pancasila yang dianut oleh bangsa Indonesia adalah paham demokrasi yang bersumber pada kepribadian dan falsafah hidup bangsa Indonesia yang digali dari kepribadian bangsa Indonesia sendiri, yaitu Pancasila. Demokrasi Pancasila selalu mengutamakan hasil musyawarah mufakat dalam pengambilan keputusan.
”Prinsip pokoknya adalah perlindungan terhadap hak asasi manusia, pengambilan keputusan dari hasil musyawarah," jelas Prakosa.
demokrasi Pancasila akan semakin kuat bila hubungan negara dengan rakyatnya berlangsung baik dan juga rakyat betul-betul mengamalkan Pancasila dalam kehidupannya sehari-hari.
"Adanya hubungan yang baik dan rakyat benar-benar mengamalkan Pancasila dalam kehidupan sehari-sehari, maka bangsa ini akan semakin kuat dan maju," tegas Prakosa.
Seminar Demokrasi Pancasila dihadiri sejumlah warga masyarakat, perwakilan organisasi kepemudaan dan juga para kader PDI Perjuangan.