Sabtu, 01/05/2010, 21:49:00
Lulusan SMK Pusponegoro Brebes Jadi Incaran Perusahaan Besar
TK-Takwo Heriyanto

Kepala Sekolah SMK Pusponegoro Brebes, Drs. H. Darno (tengah paling depan) foto bersama para guru. (FT: Dok/Takwo Heriyanto)

PanturaNews (Brebes) - Siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Pusponegoro Brebes, selain menjadi incaran perusahaan otomotif dari Jakarta juga perusahaan industri dari Jepang. Tiap tahunnya lima siswa lulusannya langsung bekerja di perusahaan otomotif dan perusahaan industri di Jepang setelah ditest lebih dulu.

Itu sebabnya sebanyak 150 dari 151 siswa SMK Pusponegoro Brebes yang lulus Ujian Nasional (UN) tahun 2010 ini, 100 siswa dari program jurusan mekanik motomotif, elektro dan arsiktektur mengikuti bursa kerja yang diselenggarakan Bursa Kerja Khusus (BKK) di sekolah itu.

Salah satunya adalah bekerjasama dengan PT Cemco Jakarta. Meski dari 100 siswa yang mengikuti BKK tersebut, yang kesaring hanya 23 siswa dan masih menjalani tes di perusahaan tersebut, namun pihak sekolah optimis dari 23 siswanya, beberapa diantaranya akan berhasil diterima dan langsung bekerja di perusahaan besar itu.

"Tahun ini kemungkinan besar diatas lima siswa lulusan sekolah dari jurusan otomotif ini bisa langsung bekerja di perusahaan tersebut," kata Kepala Sekolah SMK Pusponegoro Brebes, Drs. H. Darno Ketika dikonfirmasi PanturaNews, Sabtu 01 Mei 2010 diruang kerjanya.

Sebagai Kepala sekolah pihaknya beserta para guru merasa bangga karena sejumlah siswa lulusan SMK Pusponegoro Brebes bisa langsung bekerja di perusahaan besar. "Ini menunjukan kualitas sekolah kami bertambah maju dan diminati perusahaan besar seperti PT Cemco Jakarta," lanjutnya.

Menurut Darno, SMK Pusponegoro Brebes setiap tahunnya jumlah kelulusan siswanya selalu mengalami peningkatan. Tahun 2009 lalu, yang dinyatakan tidak lulus berjumlah 6 siswa, sedangkan di tahun 2010, yang dnyatakan tidak lulus hanya 1 siswa. Pihaknya mengatakan, dari seluruh siswanya yang lulus, 50 persen diantaranya bekerja sesuai bidang keahliannya, 30 persen bekerja diluar bidang keahlian dan 20 persennya melanjutkan ke perguruan tinggi.

Pihaknya juga merencanakan ditahun mendatang akan menambah program jurusan baru, yakni managemen akutansi. Tujuannya adalah untuk penyeimbang, agar sekolahnya tidak didomonasi anak laki-laki, namun juga anak perempuan biar ikut mendominasi.


 
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita