Dua orang yang merasa ditipu diangkat jadi PNS saat melapor ke Sentra Pelayanan Polres Brebes (Foto: Dok/Takwo Heriyanto)
PanturaNews (Brebes) - Waspadalah. Aksi penipuan terhadap para guru honorer yang dijanjikan bisa diangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Brebes, Jawa Tengah, belakangan semakin marak terjadi.
Aksi itu terungkap ketika salah satu dari puluhan guru di Kabupaten Brebes yang mendapatkan kiriman SMS dan telepon, langsung dari orang yang mengaku dari Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Brebes.
Salah satu guru honorer yang mendapatkan SMS dan telepon penipuan pengangkatan PNS di lingkungan Pemkab Brebes itu, adalah Darwati (30), Guru TK Aisyiyah Bustanul Athfal Lamaran.
Untuk meyakinkan hal itu, suami Darwati, Lukmanul Hakim, langsung meresponnya dengan membalas SMS dengan nomor 085226364928, yang mengaku bernama Erwin dari Bagian Pengembangan Kepegawaian.
“Telpon sebentar penting, dari kantor BKD Brebes.tks,” ujar Lukman (30) dengan menunjukkan isi SMS yang ditujukan kepada nomor handphone istrinya, Darwati.
Namun, setelah bisa menghubungi handphonenya yang sempat berhasil direkam percakapannya itu, Lukman merasa curiga. Pasalnya, logat bahasanya merupakan logat orang batak.
"Yang disampaikan dalam percakapan lewat handphonenya itu, dia bilang bahwa hari ini ada 30 orang yang akan diangkat menjadi PNS berdasarkan surat keputusan dari Menpan.
Alhamdulillah ini kabar gembira, berdasarkan surat keputusan yang bertepatan pada hari selasa 31 Mei 2016, memutuskan, bahwa atas nama Darwati dengan TMT 19 September 2004 di TK ABA Lamaran, telah resmi menjadi PNS. Semoga bisa mengharumkan nama bangsa dan secepatnya bisa diambil SK nya di kantor BKD Brebes,” ujarnya di handhponenya.
"Tapi, kata dia, sebelum datang ke kantor, terlebih dahulu untuk menelepon Pak Sekda, H. Emastoni Ezam di nomor 085288962199," sambungnya.
Lukman mengatakan, dalam pembicaraannya lewat handhponenya itu, logat bahasa yang diucapkan oleh pemilik nomor yang mengaku dari Sekda ini, masih dengan logat batak. Dia meminta agar tidak menceritakan kepada yang lain, karena dikhawatirkan timbul rasa iri diantaranya.
“Hari ini berkas- berkasnya di kantor BKD ada 30 SK, Alhamdulillah sudah resmi dan semoga bisa membawa nama baik propinsi. Persyaratan yang harus dibawa adalah foto berwarna ukuran 2X3, 3X4, 4X6 masing-masing 3 lembar, fotokopi ijazah terakhir, kartu keluarga 3 lembar, SK pengangkatan, nama lengkap, nama lembaga dan alamat rumah,” paparnya melanjutkan pembicaraan lewat handhphonenya dengan bahasa meyakinkan.
Lukman menambahkan, sebelum menutup telepon, kata sang penipu pada hari ini ada 30 serah terima dan belum disertai Nomor Induk Pegawai (NIP), maka untuk pengurusan diberikan dua pilihan untuk datang ke kantor BKN di Jakarta atau transfer ke nomor rekening bendahara BKN di nomor 788801004426538 atas nama Dra. Hj. Suratmi.
"Dana yang diminta untuk ditransever sebesar Rp 6 juta. Kalau sudah beres pengurusan NIP, maka 50% uang kembali," ujar Lukman menirukan pembicaraanya.
Merasa ada kejanggalan, Lukman akhirnya langsung kroscek dan share informasi langsung dengan mendatangi Kantor BKD Brebes, dan ditemui Unang K, Bagian Badan Pengembangan Kepegawaian BKD Brebes. Dia menegaskan, bahwa hal tersebut murni penipuan dan tidak ada kaitannya dengan BKD Brebes.
“Saya harap anda tidak tertipu, apalagi mau mentransfer uang ke rekeningnya, karena hal tersebut adalah penipuan. BKD Brebes juga jauh-jauh hari sudah memberikan selebaran dari BKN untuk diperbanyak dan dibagikan ke berbagai instansi pada bulan januari 2016, agar tidak tertipu dengan iming-iming menjadi PNS secara instan tanpa test,” ungkapnya.
Sebelumnya diberitakan, aksi penipuan dengan menjanjikan seseorang menjadi PNS di lingkungan Pemkab Brebes, dilakukan oleh oknum tak bertanggung jawab. Jika sebelumnya aksi penipuan itu dilakukan oleh Kus, mantan PNS Brebes, yang juga mengaku sebagai wartawan. Yakni dengan mencatut nama Bupati dan Sekda Brebes berikut SK Bupati dan tanda tangan keduanya, termasuk stempel palsu.
Kini, oknum LSM di Kabupaten Brebes, Wrs, dilaporkan ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Brebes oleh dua warga yang mengaku telah ditipu, Senin 30 Mei 2016.
Kedua warga itu, masing-masing bernama Jauhari (61), warga Desa Tegalglagah, dan Warim (50), warga Desa Banjaratma, Kecamatan Bulakamba, Kabupaten Brebes. Bahkan, di Kantor Sekda Brebes juga terdapat laporan dari warga Desa Bumiayu, Kecamatan Bumiayu, yang mengaku nyaris ditipu oleh oknum tak bertanggung jawab dengan mengatasnamakan sebagai Sekda Brebes, Emastoni Ezam.
Warga yang bernama Hani, seorang guru Taman Kanak-Kanak (TK), yang mengajar di daerahnya ini, mengaku nyaris ditipu oleh oknum yang menjajikan bisa menjadi PNS di lingkungan Pemkab Brebes.
"Oknum itu menawari saya melalui handhpone saya pukul 10.00 wib tadi. Kalau ibu mau diangkat menjadi PNS harus bayar Rp 3,8 juta dulu ke rekeningnya. Terus oknum itu bilang kalau lebih jelasnya bisa datang ke Kantor Sekda atau BKD, ketemu langsung atas nama Pak Emastoni atau Ibu Luthfiah sambil bawa persyaratan," ucap Hani didampingi suaminya Amin dan anaknya.