Rabu, 01/06/2016, 02:52:22
Ganti Rugi Jamaah Haji Korban Crane Dipertanyakan
TIM PN-Laporan Tim PanturaNews

Anggota Komisi VIII DPR RI, Choirul Muna

PanturaNews (Jakarta) - Ganti rugi yang dijanjikan Arab Saudi terhadap jamaah haji Indonesia yang jadi korban jatuhnya menara kerek (crane) di Masjidil Haram, ternyata belum juga dibayarkan.

Karenanya, belum dibayarnya ganti rugi itu menjadi sorotan anggota Komisi VIII DPR RI, Choirul Muna.‎ "Saya sudah minta pada Menteri Agama untuk melacak uang itu supaya segera mencairkan," ungkapnya saat ditemui di ruang kerjanya di gedung Nusantara I, kompleks Parlemen, Selasa 31 Mei 2016 kemarin.

Politikus dari Partai NasDem ini, menegaskan telah meminta kepada Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin agar melacak santunan ganti rugi yang sampai saat ini tidak jelas juntrungannya tersebut.

Menurutnya,  ada berbagai alasan pemerintah Arab Saudi yang membuat belum membayar ganti rugi. Mulai dari pembengkakan data korban, sampai soal negara lain yang belum setor nama-nama jamaah hajinya.

"Konon ceritanya hanya ingin mendapatkan kompensasi ada pembengkakan nama-nama korban dari negara lain di luar Indonesia," ujar Choirul Muna.

Meski begitu, dia menegaskan bahwa NasDem sudah bicara langsung dengan Dubes Indonesia untuk Arab Saudi, Agus Maftuh supaya memperhatikan masalah ganti rugi korban jatuhnya crane.

"Saya minta betul supaya musibah crane untuk segera diperhatikan, dan Dubes Indonesia untuk Arab Saudi mengatakan siap," tandasnya.

Untuk menunjang masalah itu, Choirul Muna meminta kepada Menteri Agama agar membuka hubungan trilateral antara DPR, Menteri Agama, dan Dubes RI yang ada di Arab Saudi.

Hal itu dipandang perlu supaya DPR, Menteri Agama, serta Dubes RI yang ada di Arab Saudi bisa bekerjasama demi kepentingan jamaah. Salah satunya adalah meminta kejelasan mengapa dana ganti rugi belum dicairkan.

‎"Saya juga minta bisa dimulai tahun ini," pngkasnya.


 
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita