Rabu, 25/05/2016, 02:55:15
Wamenlu: ICIM untuk Wujudkan Kedamaian Dunia
-Laporan Zaenal Muttaqin

Wamenlu RI, Dr. Abdurahman Mohammad Fachir saat membuka Konfrensi ICIM di Jakarta (Foto: Zaenal Muttaqin)

PanturaNews (Jakarta) - Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) Republik Indonesia, Dr. Abdurahman Mohammad Fachir resmi membuka Konferensi Internasional Media Islam atau Internationa Confrency pf Islamic Media (ICIM) di Auditorium Adhyana, Wisma ANTARA Jakarta, Rabu 25 Mei 2016.

Konfrensi yang digelar tersebut menjadi momen strategis di tengah semakin meningkatnya dukungan negara-negara di dunia terhadap kemerdekaan Palestina serta pembebasan Al-Aqsha dan dunia Islam pada umumnya.

“Konferensi ini salah satu tindak lanjut dari Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) OKI di Turki beberapa waktu lalu. Kita juga baru saja menyaksikan konferensi internasional pemimpin Islam. Selain itu juga, konferensi ini sebagai langkah lanjutan berikutnya dari KTT Luar Biasa OKI di Jakarta,” kata Fachir dalam sambutan pembukaan.

Menurutnya, konferensi ini sebagai wadah untuk menyelesaikan berbagai jenis permasalahan yang sedang dihadapi oleh dunia Islam. Ia menyebutkan setidaknya ada tiga permasalahan inti umat Islam di dunia ini.

“Inti dari permasalahan dunia ini adalah keadilan, persatuan, dan kemanusiaan. Isu permasalahan itu kini terjadi di Palestina. Saya meyakini bahwa permasalahan Palestina adalah inti dari konflik yang terjadi di Timur-Tengah,” ujar Fachir.

Ia juga menyebut bahwa perjuangan kemerdekaan Palestina menjadi inti perjuangan dunia Islam, dan menjadi unik karena yang memperjuangkan bukan hanya Palestina, tapi dunia internasional.

Dikatakan, perjuangan Palestina dan dunia Islam itu akan semakin kuat jika ditopang oleh peran media termasuk media sosial. Sayangnya media pada umumnya tidak menyajikan fakta, tapi kepentingan.

Fachir berharap dengan diselenggarakannya Konferensi ICIM ini akan ada langkah nyata untuk terwujudnya kedamaian dunia dan keadilan bagi seluruh masyarakat serta hak bagi mereka untuk memperoleh berita yang valid dan bisa dipertanggungjawabkan.

“Ini menjadi risalah perjuangan kita untuk menyadarkan misi-misi positif, argumentasi bijak, nilai-nilai keadilan, persatuan dan kemanusiaan.

Wamenlu AM Fachir juga menyebutkan, bagaimana peran media untuk menginformasikan terwujudnya Islam yang rahmatan lil alamin. Maka, pertemuan diskusi seperti konferensi ICIM ini sangat penting untuk saling berinteraksi sosial antar berbagai media Islam dunia.

Konferensi ICIM digagas oleh Kantor Berita Islam MINA (Mi’raj Islamic News Agency), bekerja sama dengan Lembaga Kantor Berita Nasional (LKBN) Antara, Harian Republika, dan Radio Silaturahim untuk menyeimbangkan berita-berita Barat yang selama ini mendiskreditkan Islam.

Selain itu, Konferensi ICIM juga mengajak media-media Islam untuk lebih peduli terhadap isu-isu yang berkembang di Al-Quds, karena saat ini opini yang berkembang di masyarakat Islam lebih banyak tertuju ke kawasan Makkah dan Madinah. Padahal, Masjid Al-Aqsha juga merupakan tempat sakral bagi masyarakat Muslim.

Peserta ICIM terdiri dari unsur pimpinan redaksi kantor berita di negara-negara Islam, Duta Besar negara-negara Islam di Jakarta, pakar, dan praktisi media massa, organisasi-organisasi wartawan Muslim, pimpinan perguruan tinggi Islam, LSM dan Ormas yang konsen dalam pembelaan Palestina dan kaum Muslimin, serta dosen, mahasiswa dan tokoh masyarakat.


 
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita