Selasa, 26/04/2016, 04:18:15
Jalan Ruas Linggapura- Balapusuh Nyaris Putus
-Laporan Zaenal Muttaqin

Kendaraan angkutan penumpang umum nampak hati-hati melintas di jalan kabupaten yang terancam putus (Foto: Zaenal Muttaqin)

PanturaNews (Brebes) - Jalan kabupaten ruas Linggapura - Balapusuh di Dukuh Caruban, Desa Purwodadi, Kecamatan Tonjong, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, kondisinya makin memprihatinkan dan terancam putus.

Jalan yang menjadi penghubung antara Kabupaten Btrebes dengan Kabupaten Tegal tersebut terus mengalami longsor akibat tergerus arus deras sungai Pedes yang berada di sisi jalan tersebut.

Pantauan di lokasi pada Selasa 26 April 2016, nampak tebing sungai di bawah jalan itu, tidak lagi ada pengaman. Bronjong sepanjang puluhan meter yang sebelumnya terpasang, sudah lama hanyut diterjang arus deras sungai.

Kepala Desa Purwodadi, Rahmat Santoso mengatakan, alur sungai sebelumnya telah dinormalkan dengan membuat tebing batu menggunakan alat berat jenis beckho, telah porak-poranda dan kembali seperti semula akibat terjangan arus deras pada Sabtu 23 April 2016 malam lalu.

"Selama tiga pekan dilakukan normalisasi alur sungai menggunakan beckho, baru tiga hari selesai kembali seperti semula akibat terjangan arus deras Sabtu lalu," ujarnya.

Upaya perbaikan jalan sebelumnya telah direncanakan dengan membuat talud pengaman yang kuat pada tebing jalan. Pekerjaan dimulai dengan normalisasi sungai untuk mengamankan talud tebing yang akan dibangun.

"Baru selesai normalisasi kembali hancur dan badan jalan kembali tergerus, sebelumnya pernah dipasang puluhan bronjong juga hancur," kata Rahmat.

Pada titik jalan tersebut dipasang pengaman darurat dengan drum dan palang bambu agar kendaraan yang melintas hati-hati. Kendaran yang melintas juga harus bergantian karena badan jalan menyempit, bahkan menggunakan bahu jalan untuk kendaraan roda empat.

Kepala UPT Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Wilayah Bumiayu, Suharto membenarkan kondisi tersebut. Menurutnya, jalan terancam putus setelah tebingnya ambrol diterjang arus sungai Pedes.

"Untuk penanganan ada pada Badan Penanggulangan Bencana Alam (BPBD), karena tergolong bencana alam," katanya.

Dikatakan, pihaknya akan kordinasi dengan pihak yang berwenang untuk penanganan tebing Sungai Pedes. Selain penanganan jalan juga harus dilakukan penanganan sungai dan tebing jalan.

"Penyebab utama bencana itu arus sungai sehingga penanganan sungai harus dilakukan pula," ungkap Suharto.

Perlu diketahui, sebelumnya pernah dilakukan penanganan tebing sungai Pedes di Dukuh Caruban, itu yang ambrol dan mengancam keselamatan jalan. Pemasangan bronjong kawat diisi batu oleh Balai Besar Wilayah Sungai Pemali-Juwono (BBWS-PJ) pada tahun 2013 lalu.

Penanganan sempat terhambat oleh hujan deras yang mengakibatkan puluhan kawat bronjong hanyut terbawa arus sungai. Sehingga dilakukan pemasangan kembali, tapi akhirnya kembali ambrol dan hanyut semua pada tahun 2015 lalu.


 
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita