Kamis, 17/03/2016, 07:07:34
Petani Kopi Robusta Desa Capar Butuh Penyuluhan
-Laporan Zaenal Muttaqin

Kapala Desa Capar, Tarchim Suhendra (Foto: Zaenal Muttaqin)

PanturaNews (Brebes) - Desa Capar, Kecamatan Salem, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, merupakan desa penghasil kopi. Ada 500 hektar (ha) lebih lahan di desa tersebut yang ditanami pohon kopi jenis robusta.

Kepala Desa Capar, Tarchim Suhendra mengatakan, hasil perkebunan kopi menjadi andalan penghasilan perekonomian bagi warganya. Warga menanam kopi di lahan hutan di kawasan desa tersebut.

"Tanaman kopi milik warga ada di lahan hutan luasnya lebih dari 500 hektar," katanya kepada PanturaNews.Com, Kamis 17 Maret 2016.

Kebun kopi warga biasanya panen antara bulan Juli - Agustus tiap tahunnya. Sekali panen rata-rata tiap menghasilkan kopi basah sekitar delapan ton tiap hektarnya. Sementara harganya sekitar Rp 20 ribu per kilogram.

"Bagi warga dari pertanian kopi, tiap panennya cukup lumayan hasilnya," ungkap Suhendra.

Pemasaran hasil panen kopi sangat mudah, adanya dukungan infrastruktur jalan menuju desa yang baik, petani tidak kesulitan untuk menjual hasil panen kopi. Bahkan para juragan datang ke desa untuk membeli kopi dari warga yang telah panen.

Warga Desa Capar menjadikan usaha perkebunan kopi sebagai andalan untuk memenuhi kebutuhan ekonomi. Sehingga tiap musim panen selalu ramai dan perenokomian warga juga membaik.

Upaya budi daya tanaman kopi juga selalu dilakukan oleh warga, agar tanaman kopi dapat terus menghasilkan buah dan dapat dipanen. Biasanya dalam kurun waktu tertentu tanaman kopi harus diperbaharui, atau diganti dengan tanaman yang baru.

"Kalau usia tanamannya sudah tua kurang produktif, sehingga harus diganti dengan tanaman baru," ungkap Suhendra.

Meski begitu bukan berarti tidak ada hambatan bagi petani dalam upaya budi daya tanaman kopi. Petani umumnya masih sangat tradisional dalam berkebun kopi, pengetahuan perawatan tanaman, pemilihan pupuk dan pengendalian hama juga masih sangat rendah.

"Petani sangat membutuhkan bimbingan dari pihak terkait untuk mengembangkan budi daya kopi," tutur Suhendra.

Diharapkan ada petugas dari instansi pemerintah yang membidangi pertanian atau perkebunan memberikan penyuluhan pada petani kopi. Adanya penyuluhan dan juga bimbingan akan meningkatkan kemampuan petani dalam berkebun kopi dan kesejahteraan warga juga akan meningkat.

"Kalua ada pendampingan atau penyuluhan oetani akan menjadi lebih sejahtera," tandas Suhendra.


 
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita