Anggota DPR/MPR RI, Muhammad Prakosa saat sosialisasi empat pilar kebangsaan (Foto: Dok.Tim/Jun)
PanturaNews (Brebes) - Anggota DPR RI, Dr. Ir. Muhammad Prakosa Ph, Dn menegaskan, menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) di Indonesia, para masyarakat harus memahami Empat Pilar Kebangsaan yaitu Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Bhineka Tunggal Ika, Nagara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) serta nilai-nilai luhur kebangsaan. Empat pilar dianggap ampuh untuk menghadapi MEA.
"Warga Indonesia harus betul-betul memahami Empat Pilar Kebangsaan yang dinilai ampuh untuk menghadapi MEA, serta derasnya pengaruh globalisasi ke Indonesia. Pemahaman dan penerapan empat pilar kebangsaan itu harus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari," ujarnya di hadapan puluhan peserta sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan yang dilaksanakan di Kecamatan Ketanggungan, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, Jumat 19 Februari 2016.
Menurut mantan menteri pertanian, Empat Pilar Kebangsaan bukan hanya dijadikan sebagai slogan saja, tetapi harus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Apalagi pengaruh era globalisasi sudah menyerang bangsa hingga sendi-sendi kehidupan sampai ke pelosok-pelosok daerah.
Prakosa mengatakan, Empat Pilar Kebangsaan merupakan suatu landasan filosofis sekaligus nilai yang menjadi cermin karakter bangsa Indonesia. Oleh karena itu, dia menegaskan Empet Pilar Kebangsaan sangat pentingnya untuk membangun karakter kebangsaan dan bela negara bagi semua anak bangsa di Indonesia.
"Empat Pilar Kebangsaan yang mampu membawa bangsa ini ke arah yang lebih baik, terutama menagkal derasnya pengaruh budaya barat masuk ke negrara ini, inilah yang mesti diketahui semua masyarakat," jelas Prakosa, anggota DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan ini.
Pada kesempatan itu pula, Prakosa yang menjadi anggota DPR RI dari Dapil IX Jateng (Brebes, Tegal dan Kodya Tegal) ini, mengapresiasi peserta yang sangat semangat dalam mengikuti sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan.
"Semangat kalian menjadi bukti bangsa ini akan tetap kokoh dengan menerapkan Empat Pilar Kebangsaan," tandas Prakosa.