Sekilas Kisah Para Inspirator Kabupaten Brebes
PanturaNews (Brebes) - Pelatih Persab Brebes, Jawa Tengah, Khusnul Yaqien, masuk dalam buku Sekilas Kisah Para Inspirator Kabupaten Brebes. Dia disejajarkan dengan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Sudirman Said, Pesulap Tarno dan Gubernur Akpol, Anas Yusuf serta sejumlah tokoh Brebes lainnya.
Dalam buku tersebut, diterangkan sisi perjalanan karier di dunia sepak bola yang digelutinya. Tokoh lain yang masuk ke buku tersebut, yakni Ketua Lembaga Ta’lif wan Nasyr (LTN) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Juri Ardiantoro.
Kemudian Bupati Brebes, Hj. Idza Priyanti SE dan mantan-mantan Bupati Brebes, serta yang lainnya dari 50 tokoh yang dimuat. Buku yang diterbitkan Bagian Humas dan Protokol Setda Brebes itu, diprakarsai Drs H Atmo Tan Sidik yang juga Maestro Pelestari Budaya Pantura. Dengan Editor Lusiana Indira Isni MKom, Wasdiun SIKom, dan Wahidin Soedjo.
Sedangkan penulis terdiri dari penulis lepas dan para wartawan cetak dan elektronik yang bertugas liputan di Kabupaten Brebes. Buku ini diterbitkan sebagai kado hari jadi ke-338 Kabupaten Brebes, dan telah dibagi kepada masyarakat secara gratis sebanyak 1000 eksemplar. Berbagai kekurangan dan kelebihan masih ada pada penerbitan khusus ini, sehingga akan dilakukan edisi revisi.
Berikut adalah perjalanan karier Khusnul Yaqien, seorang pria kelahiran Brebes, 4 Juni 1980, asal Desa Sawojajar, Kecamatan Wanasari, kabupaten Brebes, dengan memiliki sederet prestasi nasional, yang mengharumkan nama daerahnya dalam karier sepakbolanya.
Putra dari pasangan Makhrojatun dan Royani Daan, yang menamatkan pendidian sekolah di SD Muhammadiyah Sawojajar, mulai tahun 1985 hingga 1991 ini, sebelum mulai berkarier di sepakbola karena hobinya saat masih duduk di bangku SMP. Waktu itu sekitar usia antara 13 sampai 14 tahun. Dimana, saat itu, Khusnul, nama panggilan akrabnya, bersama teman-teman sekampungnya (Desa Sawojajar) dilatih sepakbola oleh pamannya, Iing, di lapangan sepakbola desanya. Melihat cara bermain sepakbola Khusnul bersama teman-teman sekampungnya itu, dimata pamannya cukup berbakat.
Oleh pamannya itu, Khusnul bersama teman-teman sekampungnya itu diajak untuk mengikuti seleksi di Tim HAORNAS Persatuan Sepakbola Indonesia Tjirebon (PSIT), Jawa Barat, yang merupakan tempat tinggal pamannya. Khusnul yang merampungkan pendidikan di SMP Muhammadiyah Sawojajar, tahun 1991 sampai 1993 ini, dinyatakan lolos seleksi di Tim HAORNAS PSIT, berkat bakat sepakbola yang dimilikinya itu.
Pada usianya yang saat itu masih 14 tahun, Khusnul, yang menyelesaikan pendidikan di SMA Negeri 1 Brebes, tahun 1993 hingga 1996 ini, juga lolos seleksi masuk Tim Suratin PSIT Cirebon (tahun 1996). Seiring berjalannya waktu, bakat sepakbola yang dimiliki alumnus mahasiswa Universitas Diponegoro (UNDIP) Semarang, yang mengambil fakalultas ekonomi, jurusan studi pembangunan tahun 1997 sampai 2004 ini, semakin berkembang dengan baik.
Karena bakat sepakbolanya yang boleh dibilang sangat menonjol, diapun langsung masuk Tim Persatuan Sepakbola (PS) UNDIP Semarang, pada tahun 1998.
Selanjutnya, pria yang memiliki motto hidup "Ingatlah selalu hidup ini, dari mana, untuk apa, dan akan menuju ke mana" ini, masuk Tim Persatuan Sepakbola Indonesia Semarang (PSIS) Yunior Semarang, pada tahun 1999. Keberuntungan demi keberuntungan nampaknya selalu datang menyertai perjalan kariernya dengan baik.
Pada usinya yang masih cukup muda, sekitar 16 tahun, Khusnul dinyatakan secara resmi masuk Tim PSIS Semarang senior, dari mulai tahun 1999 sampai 2007. Selama berkarier di tim sepakbola kebanggaan masyarakat Kota Lumpia hingga delapan tahun itu, ia berkarier di klub Pelita Jaya Bandung, Jawa Barat, mulai tahun 2007 hingga 2011. Selanjutnya, ia kembali lagi ke klub PSIS Semarang, dari tahun 2011 sampai 2013.
Namun demikian, perjalanan karier sepakbolanya sebagai pemain profesional itu berakhir di klub PSIS Semarang hingga tahun 2013, atau saat usianya menginjak 33 tahun. Meski begitu, pria yang banyak diidolakan oleh pecinta sepakbola di tanah air ini, tetap menggeluti sepakbola, meskipun harus turun dikompetisi amatir. Yah, dia mencoba bergabung dengan tim sepakbola kebanggaan masyarakat Kota Bawang Merah dan Telur Asin, yakni Persatuan Sepakbola Kabupaten Brebes (Persab), mulai tahun 2014.
Meskipun sejak PSSI Pusat dibekukan oleh Kemenpora RI, yakni melarang adanya kompetisi resmi dalam bentuk apapun, baik untuk liga profesional maupun amatir. Namun, ia masih memiliki semangat yang cukup tinggi dan setianya pada klub Persab Brebes hingga saat ini. Demikian perjalanan awal kariernya sebagai pemain sepakbola profesional maupun amatir yang digeluti selama 18 tahun berjalan ini.
Akan tetapi, selama berkarier di sepakbola hingga 18 tahun berjalan ini, sederetan prestasi yang diraihnya sebagai pemain profesional, ternyata sangat membanggakan bagi klub yang selama ini ia bergabung. Diantaranya adalah Juara 1 Divisi 1 bersama PSIS Semarang pada tahun 2001, Juara 3 Piala Bang Yos bersama PSIS Semarang pada tahun 2004. Kemudian, Juara 3 Liga Djarum bersama PSIS Semarang pada tahun 2005, Runner Up Piala Bang Yos bersama PSIS Semarang pada tahun 2005 dan Runner Up Liga Djarum juga bersama PSIS Semarang pada tahun 2006.
Sementara, prestasi sebagai pemain sepakbola amatir bersama Persab Brebes, saat usianya sudah menapaki 34 tahun, bersama rekan-rekan satu timnya, ia mampu membawa tim sepakbola kebanggaan wong Brebes menduduki peringkat tiga regional Jawa Tengah pada kompetisi Liga Nusantara tahun 2014.
Selain berkarier sebagai pemain sepakbola, Khusnul yang mengidolakan tokoh Nabi Muhammad SAW ini, juga pernah berkarier sebagai pelatih olahraga yang paling banyak digandrungi semua kalangan masyarakat ini. Diantaranya, pernah menjadi pelatih bagi Tim Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, pada tahun 2011. Kemudian, Tim Pekan Olahraga Remaja Daerah (PORDA) Kabupaten Majalengka, pada tahun 2013 dan Tim Persab Brebes, pada tahun 2014 hingga sekarang ini.
Termasuk pelatih bagi Puslatda Persab Brebes pada awal tahun 2015, yang pernah meraih juara 1 pada kompetisi Soccer League di Kota Tegal, Jawa Tengah, yang diikuti 32 tim dari wilayah Kabupaten Brebes, Kota Tegal dan Kabupaten Tegal. Bahkan, pada akhir pekan Desember 2015 lalu, Khusnul, yang sudah memegang pelatih berlisensi C Nasional ini, sukses membawa tim sepakbola wanita Kabupaten Brebes yang bergabung di Puslatda Persab Brebes dengan memboyong gelar juara 3 Piala Asosiasi PSSI Provinsi Jawa Tengah 2015, di Kabupaten Batang, Jawa Tengah.
Tidak sampai disitu saja, pria yang miliki tata krama dan sopan santun yang tinggi kepada siapa saja yang ditemuinya itu, bercita-cita ingin memajukan sepakbola bagi generasi penerus di Kabupaten Brebes mendatang. Yakni ingin menciptakan bakat-bakat atau talenta-talenta muda dari Kabupaten Brebes untuk bisa berkiprah di pentas sepakbola nasional, bahkan internasional. Terlebih adalah bisa berlaganya tim Persab Brebes di kasta sepakbola tertinggi di Indonesia. Setidaknya inilah sebuah impian dari masa kecilnya, yang akan menjadi kebanggaan sebuah keluarga dalam memilih kariernya di sepakbola.