Bupati Pekalongan, Dra Hj Siti Qomariyah MA.
PanturaNews (Kajen) - Bupati Pekalongan, Dra Hj Siti Qomariyah MA menegaskan kepada Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informasi (Dishubkominfo) Kabupaten Pekalongan untuk memperbaiki dan mengelola situs informasi pemberitaan yang menyangkut Kabupaten Pekalongan secara baik.
Pasalnya, informasi yang disajikan oleh lembaga tersebut khususnya mengenai kondisi pembangunan di Kabupaten Pekalongan, tidak lengkap dan stagnan alias tidak ada perkembangan. "Saya minta Dishubkominfo mengelola ini agar lebih baik, berita-berita yang disajikan harus lengkap dan aktual, harus selalu up to date," pinta bupati di Kampung Damai Karanganyar, Kabupaten Pekalongan ketika membuka Pertemuan Dishubkominfo Wilayah Pekalongan, Selasa 20 Maret 2010 siang.
Bupati menilai jika kinerja Dishubkominfo terkait soal pemberitaan ini kurang baik, karena itu pihaknya sering mendapat komplain dari pembaca di luar kota yang ingin mendapatkan informasi secara menyeluruh. Di era informasi ini, komunikasi sangat penting karena semua pihak memungkinkan dapat mengakses suatu wilayah melalui tehnologi, baik internet maupun sejenisnya. "Saya sering dibel teman dari Jakarta, mereka mengatakan, berita di webset Kabupaten Pekalongan kok tidak ada perkembangan," lanjut bupati.
Pihaknya memberikan tanggung jawab kepada Kepala Dishubkominfo untuk memperbaiki masalah ini, karena Dishubkominfo secara peraturan telah diberikan kewenangan untuk mengelola hal itu dengan baik. "Saya sudah perintahkan, karena itu jika pelaksanaanya kurang baik, kepala dinasnya harus bertanggung jawab," tambah Dra Hj Siti Qomariyah MA.
Sementara Kepala Dishubkominfo Kabupaten Pekalongan, Hari Suminto ketika dikonfirmasi masalah ini mengatakan, tugas Dinhubkominfo cukup banyak, tak hanya soal pemberitaan namun juga masalah tower, lalu lintas yang saat ini membutuhkan perhatian yang khusus, karena masih semrawut. Namun Mengenai soal pemberitaan pihaknya tetap akan melakukan perbaikan lebih baik. "Tugas kita itu banyak, masalah tower, lalu lintas dan lain-lain, ya nanti masalah pemberitaan bertahap," katanya.