Calhaj KBIH Al Hikmah, saat akan diberangkatkan dari Ponpes Al Hikmah 1 Benda (Foto: Zaenal Muttaqin)
PanturaNews (Brebes) - Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) Al Hikmah Desa Benda, Kecamatan Sirampog, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, Senin 07 September 2015 sore memberangkatkan 185 calon haji (calhaj).
Rombongan calhaj diberangkatkan dari Pondok Pesantren (Ponpes) Al Hikmah 1, menuju Islamic Center Brebes untuk dilepas oleh Bupati Brebes dan selanjutnya menuju ke Asrama Haji Donohudan Solo. Selama melaksanakan ibadah haji di tanah suci, para calhaj akan dibimbing langsung oleh Pengasuh Ponpes Al Hikmah 1, KH Labib Sodiq Suchemi.
"Saya akan mendampingi rombongan selama melaksanakan ibadah haji sampai kembali ke tanah air," ujar KH Labib.
Menurutnya, tahun ini ada 185 calhaj yang bergabung dengan KBIH Al Hikmah dan berasal dari beberapa daerah di wilayah Kabupaten Brebes. Rombongan calhaj KBIH Al Hikmah masuk dalam kelompok terbang (kloter) 49 Jawa Tengah dan gelombang dua Kabupaten Brebes.
Sebelum berangkat ke Tanah Suci, para calhaj yang diberangkatkan oleh KBIH Al Hikmah telah mendapatkan bimbingan manasik haji selama enam bulan sebelum keberangkatannya. Bimbingan langsung oleh KH Labib Sodiq selama 12 kali atau satu pekan sekali. Diharapkan, melalui bimbingan tersebut para calon haji tidak kesulitan mempraktikkan tata cara beribadah sesuai dengan syariat.
"Saya berharap di Tanah Suci nanti jamaah haji dapat melaksanakan tata cara ibadah haji sesuai dengan yang telah diajarkan dalam bimbingan manasik haji," kata KH Labib.
Selain itu, di Tanah Suci nanti, para calon haji juga akan mendapat pendampingan dalam berkomunikasi. Selama ini salah satu masalah yang dihadapi rombongan haji selama beribadah di Makkah adalah kesulitan bahasa. Dengan kepenguasaan bahasa Arab yang dia miliki diharapkan kendala itu bisa diatasi.
Ditambahkan, kepada para keluarga calhaj yang ditinggalkan diharapkan untuk selalu mendoakan keluarganya yang sedang beribadah haji dan juga senantiasa melakukan komunikasi. Doa sangat penting agar terjadi saling komunikasi batin dan juga lahir.
"Dengan adanya doa dari keluarga dan kumnikasi itu, jamaah haji juga akan selalu ingat dan akan mendoakan keluarganya yang ditinggalkan di Tanah Air," pungkas KH Labib.