Ilustrasi
PanturaNews (Brebes) - Gagalnya lelang proyek renovasi pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Brebes, Jawa Tengah, senilai Rp 60 milyar pada tahun anggaran 2015 ini, bukan hanya menjadi sorotan bagi DPRD setempat. Namun, selaku pengambil kebijakan di jajaran eksekutif Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Brebes, dalam hal ini Bupati Brebes, Hj. Idza Priyanti SE juga memberikan pemahaman kepada pihak RSUD Brebes.
Pemahaman dilakukan agar rencana lelang proyek renovasi pembangunan RSUD berlantai empat yang kini memakan anggaran sebesar Rp 65 milyar, supaya tidak gagal kembali pada tahun anggaran 2016 mendatang.
"Ini hanya tertunda saja, bukan gagal dilelangkan yang disebabkan tidak cukupnya waktu renovasi pembangunan RSUD Brebes, mengingat jaraknya cukup mepet," ujar Idza Priyanti, usai menghadiri rapat paripurna DPRD Brebes, Kamis 3 September 2015.
Namun demikian, kata Idza, rencana pada Oktober 2015 mendatang, kegiatan lelang proyek untuk 500 kamar tempat tidur tersebut akan dilaksanakan kembali. "Tapi untuk pembangunannya akan dimulai 2016 mendatang," terang Idza.
Idza berharap agar dalam pelaksanaan lelang kegiatan tersebut, nantinya dapat berjalan sesuai dengan aturan yang ada. "Kalau sudah diketahui pemenangnya nanti, ya pembangunannya juga harus sesuai bestek," pinta Idza.
Idza menambahkan, pihak RSUD sudah mengantisipasi jika ruangan bangsal yang akan dibongkar nanti untuk direnovasi telah disediakan ruangan bangsal, meski tidak bersifat permanen.
"Saya juga berharap tentunya, jika renovasi pembangunan untuk 500 kamar tempat tidur sudah selesai dibangun, nantinya pasien yang dirawat di RSUD Brebes bisa tertampung semuanya," papar Idza.