Bendung irigasi Bawang Simping Kaliloka rusak, sudah dua tahun belum diperbaiki (Foto: Zaenal Muttaqin)
PanturaNews (Brebes) - Lebih dari dua tahun puluhan hektar lahan pertanian di Desa Kaliloka, Kecamatan Sirampog, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, tidak dapat ditanami. Pasalnya, bendung irigasi Bawang Simping yang ada di Sungai Keruh yang sebelumnya menjadi pemasok kebutuhan air irigasi, rusak dan belum diperbaiki.
"Sudah lebih dari dua tahun irigasi bendung Bawang Simping rusak akibat terjangan arus deras sungai, dan sampai saat ini belum ada perbaikan," kata Kepala Desa Kaliloka, Nanang Hakim SH kepada PanturaNews.Com, Selasa 01 September 2015.
Menurutnya, kerusakan bendung iragasi Bawang Simping yang memanfaatkan aliran Sungai Keruh di desa tersebut mengalami kerusakan pada tahun 2013 lalu setelah diterjang arus deras sungai. Sejak itu lahan pertanian padi seluas lebih dari 50 hektar yang dialiri oleh irigasi tersebut tidak dapat lagi ditanami, terlebih saat musim kemarau.
"Ada sekitar 50 hektar lahan yang saat ini tidak dapat produksi lagi, karena kering tidak dapat dialiri dan tidak adapat diolah untuyk ditanami padi," ungkap Nanang.
Dikatakan, kerusakan bendung irigasi terjadi pada bagian hulu sepanjang 50 meter dan tinggi antara tiga hingga lima meter. Selama ini petani mengandalkan irigasi tersebut untuk mengolah dan mengairi lahannya. Karenanya secara swadaya warga petani beberapa kali melakukan perbaikan darurat dengan memasang talang seng, tapi tidak dapat bertahan lama.
"Petani beberapa kali swadaya membuat talang darurat dengan seng, tapi itu tidak dapat berfungsi maksimal dan cepat rusak," tutur Nanang.
Pemerintah Desa Kaliloka telah beberapa kali mengusulkan ke Pemkab Brebes permohonan pembangunan irigasi tersebut yang membutuhkan anggaran lebih dari Rp 500 juta. Meski begitu hingga kini belum ada realiasasinya.
"Kami berharap ada perhatian dari Pemkab Brebes untuk pembangunan kembali bendung irigasi Bawang Simping," kata Nanang.
Perlu diketahui, Desa Kaliloka merupakan salah satu desa di Kecamatan Sirampog yang selama ini menjadi salah satu desa penghasil padi. Lahan pertanian desa ini sekitar 200 hektar dan saat ini hanya sekitar 30 persen yang masih berproduksi maksimal.
"Selain irigasi Bawang Simping yang rusak, irigasi lainnya juga mengalami penyusutan debit air akibat musim kemarau ini sehingga banyak sawah yang tidak ditanami saat ini," pungkas Nanang.