Kamis, 12/03/2015, 09:18:37
Salem Longsor, Jalan Antar Kecamatan Tertutup
-Laporan Takwo Heriyanto

Anggota TNI, Polisi dan warga membersihkan sisa longsor di jalan penghubung dua kecamatan (Foto: Takwo Heriyanto)

PanturaNews (Brebes) - Dua warga Desa Citimbang, Kecamatan Salem, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, masing-masing bernama Wasrudin (70) dan Endo (27), tewas akibat terseret longsor yang terjadi pada Rabu 11 Maret 2015 petang hingga Kamis 12 Maret 2015 dini hari di desa setempat.

Diketahui, Wasrudin yang juga mertua Endo, mayatnya ditemukan sekitar 200 meter dari lokasi kejadian pada Kamis 12 Maret 2015 pukul 07.00 WIB. Sementara menantunya, hingga kini belum ditemukan.

Longsor yang terjadi setelah sebelumnya diguyur hujan deras ini, juga menyebabkan jalan provinsi yang menghubungkan Kecamatan Salem dengan Kecamatan Bantakawung tidak bisa dilalui kendaraan bermotor.

Apabila terjadi longsor kembali, tidak menutup kemungkinan sebanyak 700 kepala keluarga (KK) di Desa Citimbang, bisa terisolir karena akses jalan menuju ke Kecamatan Salem tertutup.

Berdasarkan pantauan dilokasi kejadian, lima titik jalur provinsi yang diterjang longsor hingga menyebabkan akses jalan tertutup, langsung dibersihkan oleh jajaran anggota Kodim 0713/Brebes, Polres dan BPBD serta dibantu warga setempat.

Hingga Kamis sore, lokasi bencana tanah longsor ini sudah bisa dilalui sepeda motor. Sementara mobil, belum bisa melintas karena kondisinya belum sepenuhnya selesai dilakukan pembersihan.

Bupati Brebes, Hj Idza Priyanti SE dan suami Kompol Warsidin serta Kapolres Brebes, AKBP Ferdy Sambo SH SIK juga tampak meninjau lokasi bencana tanah longsor yang terjadi di enam titik di wilayah Kecamatan Salem.

Bupati dalam kesempatan tersebut mengintruksikan langsung kepada jajarannya, agar melakukan upaya pembersihan lokasi longsor sehingga akses jalan bisa dilalaui warga.

“Akibat longsor yang terjadi di Kecamatan Salem ini, saya juga menetapkan tanggap darurat di wilayah tersebut. Pasalnya, sudah ada dua orang yang terseret longsor dan satu sudah ditemukan meninggal dunia,” ujar Idza Priyanti.

Menurutnya, longsor juga menyebabkan tanah bergerak di Desa Gununglarang. Sebanyak 31 KK yang berada di desa tersebut meminta kepada Pemkab Brebes untuk direlokasi.

“Warga di Desa Gununglarang meminta agar segera direlokasi. Dua tahun lalu, sudah ada 40 kepala keluarga yang sudah direlokasi namun 31 KK lainnya tidak mau pindah. Sekarang semua warga di desa tersebut menghendaki untuk segera direlokasi. Secepatnya saya akan berkoordinasi dengan instansi terkait untuk rencana relokasi warga setempat,” tuturnya.


 
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita