PanturaNews (Tegal) - Walikota Tegal, Jawa Tengah, Hj. Siti Masitha Soeparno meminta guru-guru bidang ekonomi agar dapat mentransformasikan ilmu kebangsentralan kepada para siswa dan anak didiknya. Dengan mengertinya para guru dan siswa tentang kebanksentralan, maka ke depan dapat berpartisipasi dalam mengatasi berbagai masalah ekonomi di sekitarnya.
“Para guru dapat berperan penting sebagai jembatan penyebaran pengetahuan dan informasi yang terkait dengan peran dan fungsi bank sentral kepada anak didik. Termasuk kebijakan moneter dan fiskal di daerahnya . Sehingga hal ini menjadi bahan pembelajaran yang menarik bagi siswa,” ungkap Walikota Tegal saat membuka dengan resmi Lokakarya Kebangsentralan Bagi Guru-Guru SMA Bidang Ekonomi di Empat Daerah, yakni Kota Tegal, Kabupaten Tegal, Kabupaten Brebes dan Kabupaten Pemalang, Selasa 03 Pebruari 2015 di Hotel Karlita Kota Tegal.
Disebutkan Walikota, materi kebangsentralan perlu diberikan kepada guru bidang ekonomi karena sejauh ini masih banyak guru atau pengajar ekonomi yang belum terlalu paham tentang peran bank sentral serta perbedaannya dengan bank lain. Bahkan tentang Bank Indonesia dan tugas - tugasnya. “Sehingga saya berharap, ke depan ketidakpahaman ini bisa terjawab dalam forum kegiatan edukasi ini,” harap Walikota.
Hadir dalam lokakarya tersebut Direktur Eksekutif Pusat Riset Edukasi Bank Sentral Candra Murniadi, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Tegal Bandoe Widiarto, Deputi Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Tegal, Gunawan dan Kepala Dinas Pendidikan empat daerah.
Candra menyebut program edukasi ini merupakan program Kantor BI Pusat yang diperuntukan selain guru juga untuk dosen. Tujuannya untuk mengenalkan tugas dan fungsi bank sentral kepada masyarakat, terpenting pada para pendidik yang mendidik calon pemimpin banga. “Pengetahuan ini diteruskan kepada murid sehingga murid menjadi tahu tugas dan fungsi bank sentral. Sehingga ekspektasi mereka kepada bank sentral dapat diketahui. Apalagi jika ilmu yang diajarkan kepada murid membuat mereka tertarik untuk berkarir di BI. Diharapkan siswa Kota Tegal dan sekitarnya suatu saat dapat menjadi pemimpin Kantor Perwakilan BI Tegal,” tutur Candra.
Sementara Kepala Perwakilan Kantor BI Tegal Bandoe Widiarto menyatakan banyak masyarakat yang belum mengetahui fungsi dan tugas BI sebagai bank sentral. Bahkan banyak dari mereka yang menanyakan ke BI mengenai berapa bunga deposito jika menabung di BI, bagaimana syarat untuk mendapatkan kredit di BI, dan berbagai pertanyaan yang menggelitik lainnya.
Untuk itu dengan lokakarya ini diharapkan masyarakat mengetahui mandat bagi BI dari pemerintah yakni sebagai penjaga stabilitas moneter, stabilitas sistem pembayaran dan penjaga stabilitas makro ekonomi.
“Mengenai kondisi perekonomian regional BI bersama Pemerintah daerah telah mengawal dengan tren yang menggembirakan pada tahun-tahun lalu,” tutur Bandoe Widiarto.