Ketua paguyuban pecinta batik Indonesia ‘Sekar Jagad’, Ir Dra Larasati Sulaintoro Sulaiman didampingi Hj Rosalina Ikmal Jaya, kagum dan salut dengan batik Tegal. (FT: Johari)
PanturaNews (Tegal) – Ketua paguyuban pecinta batik Indonesia ‘Sekar Jagad’, Ir Dra Larasati Sulaintoro Sulaiman kagum dan salut dengan batik Tegal. Pasalnya, motif batik Tegal merupakan warisan Kerajaan Mataram. Sama halnya dengan motif batik Jogjakarta.
Hal itu terungkap ketika pameran batik Tegal dan pertenunan, selama dua hari, Kamis dan Jumat 25-26 Maret 2010, di Pendopo Ki Gede Sebayu. “Batik Tegal ternyata masuk level atas sama halnya dengan batik Jogjakarta, karena motif-motifnya merupakan mengandung nilai sejarah yakni budaya Mataram,” kata Ir Dra Larasati Sulaintoro Sulaiman, usai membuka pameran batik di Pendopo Ki Gede Sebayu, Rabu 24 Maret 2010 malam.
Ditambahkan, motif batik seperti Wahyu Temurun, Sekar Jagat, Sawatan dan masih banyak lagi adalah ciri khas motif batik Mataram, ternyata di Tegal juga ada. Bahkan batik yang ia pakai yakni motif Wahyu Temurun, juga dipajang dalam pameran tersebut. “Motif batik Tegal merupakan warisan dari Raja Mataran yakni Amangkurat yang dimakamkan di Tegalwangi atau Tegal Arum, sehingga motif-motifnya sama persis dengan motif Jogjakarta, hanya warnanya dominan warna tanah dan hijau,” imbuhnya.
Ia mengharapkan, pemerintah setempat harus memberikan perhatian serius kepada pengrajin batik Tegal, yang merupakan warisan sejarah. Apalagi sekarang UNESCO telah menyatakan bahwa batik adalah milik bangsa Indonesia. “Pemerintah setempat harus membantu dan memacu pengrajinnya, agar batik yang dihasilkan dikenal di luar daerah bila perlu di dunia,” pesannya.
Ketua tim penggerakan PKK, Kota Tegal, Hj Rosalina Ikmal Jaya, mengatakan dirinya bangga atas kunjungan paguyuban pecinta batik Indonesia ‘Sekar Jagad’. Apalagi ketua peguyuban mengapresiasi adanya batik Tegal. Kedepan diharapkan batik Tegal bisa lebih maju dan lebih dikenal di seluruh masyarakat Indoensia. Namun ia menyayangkan minimnya regenerasi pengrajin batik, sehingga dikuatirkan berkurangnya pengrajin. “Pemeriintah siap membantu kebutuhan pengrajin, baik melalui seminar, penyuluhan maupun penjualan, terbukti setiap ada pameran batik, kita selalu tampil,” kata Rosalina.